RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA– Jam dinding sudah menunjuk pukul sembilan lebih. Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X didampingi GKR Hemas, serta Wakil Gubernur DIJ Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo ( KGPAA) Paku Alam X bersama istri, BRAy Atika Purnomowati, menebar senyum menyambut ribuan warga yang berjajar rapi mengantre untuk bersalaman.

Mereka sengaja hadir memenuhi undangan acara open house yang digelar di Bangsal Kepatihan kemarin (3/7). Acara tersebut menjadi agenda rutin setiap perayaan Hari Raya Idul Fitri. Sekaligus momentum bagi gubernur dan wakilnya untuk menyapa masyarakat.

“Bagi kami silaturahmi itu jadi sesuatu yang penting. Yang membuat kebersamaan itu ada,”ujar HB X.
Hampir dua jam gubernur dan wakilnya menyambut para tamu.

Siswo Sudarmo, 67, salah satunya. Lansia yang sehari-hari berjualan barang bekas di Pasar Beringharjo itu tak mau menyia-nyiakan kesempatan bertemu gubernur.

“Sekadar halalbihalal, bisa salaman. Biar rezeki lancar, jualan juga lancar diparingi enteng,” ujar warga Jogoyudan itu.

Siswo yang datang ke Kepatihan sendirian mengaku tak punya persiapan khusus. Bahkan, dia sengaja meninggalkan lapaknya untuk sejenak. Berjalan kaki sekitar setengah kilometer menuju Kepatihan. Berpakaian apa adanya, mengenakan jarik dan kebaya dengan sandal cepit sebagai alas kaki.

“Pak Satpol PP tadi bilang sendalnya dicopot dulu, ditinggal. Daripada tak tinggal ya tak gendong,” ungkapnya sembari menunjukkan gendongan jarik berisi tas dan sandal jepit.

Suster Arini, CB dari Susteran Stella Duce, tak mau ketinggalan. Kehadirannya bersama lima suster lain menjadi gambaran bahwa perbedaan agama tak menjadi benteng untuk silaturahmi. Baginya, acara halalbihalal merupakan waktu tepat untuk menunjukan warga Jogjakarta memilki rasa toleransi yang tinggi.
“Iya terlihat disini, semua membaur. Meski harus berdesak-desakan dan antre panjang. Tapi inilah silaturahmi,” ujar Arini yang datang di Kepatihan sejak pukul 08.00.

Saking banyaknya tamu, ribuan porsi hidangan pun ludes. Ada bakso, soto, nasi merah, hingga jenang, dan camilan. Bahkan, empat ribu porsi bakso habis tak tersisa. “Biasanya satu jam acara selesai. Tapi kali ini dibagi dua sesi,” jelas Kepala Biro Umum dan Protokol Setda DIJ Haryanta.(dya/yog/ong)