Njempol Paling Awal Dapat Hadiah Kulkas

Ibarat baterai, libur panjang Lebaran bagi pegawai menjadi momentum me-recharge energi. Hari pertama masuk kerja usai liburan kemarin (3/7) menjadi buktinya. Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengapresiasi para pegawai yang menunjukkan kondite baik.
ADIDAYA PERDANA, Magelang
Seperti disambar petir di siang bolong. Kesan itu dirasakan Bagus Samudra. Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang itu tak menyangka mendapat hadiah almari es dari Sigit. Mendapat hadiah dari orang nomor satu di Kota Magelang tentu membawa kebanggaan tersendiri bagi Bagus.

Terlebih hadiah itu diserahkan di hadapan ratusan pegawai, di tengah upacara apel hari pertama masuk kerja usai libur panjang Lebaran. Hadiah itu sebagai bentuk apresiasi atas jam kedatangan Bagus yang tercatat paling awal dibanding peserta apel lain. “Kaget campur senang, dapat hadiah dari Pak Wali Kota,” ujar Bagus yang tak menyangka namanya bakal disebut oleh pembawa acara apel.

Etos kerja Bagus memang patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, saat sebagian pegawai belum beranjak keluar rumah berangkat ke kantor, pria 30 tahun itu sudah stand by di kantornya, Jalan Veteran Nomor 8, Magelang Tengah. Sendirian. Bagus melakukan presensi di mesin finger print sekitar pukul 05.20.

Mendapat hadiah dari wali kota tak lantas membuat Bagus lupa diri. Hal itu justru menjadi cambuk untuk bekerja lebih giat.Dia pun berkomitmen meningkatkan kinerja. “Saya memang selalu berangkat lebih awal karena harus menyiapkan absen untuk pegawai PDAM,” jelas pegawai bagian personalia itu.

Selain Bagus, Sigit juga memberikan hadiah bagi enam pegawai lain yang dinilai disiplin di hari pertama masuk kerja setelah Lebaran. Mereka yang beruntung adalah Tarmudji yang hadir di kantor pukul 05.25. Dia mandapat hadiah televisi. Kemudian Mukibi. Sampai kantor pukul 05.36, Mukibi memperoleh dispenser.

Selanjutnya Sukarso. Dia mendapat hadiah kompor gas karena hadir pukul 05.45. Disusul Ismail pada pukul 05.47, Iswatul Khaisah pada 05.48, dan Titus Wahyu pukul 06.00. Ketiganya masing-masing mendapat hadiah rice cooker, blender, dan setrika listrik.

Memberi hadiah bagi pegawai yang disiplin dan dinilai berkondite baik memang menjadi kebiasaan Sigit sejak lama. Bahkan ketika dia masih berstatus pegawai negeri sipil dan mengepalai dinas pekerjaan umum. Hadiah kejutan diberikannya secara spontan.

“Hadiah itu saya beli dengan dana pribadi. Tidak menggunakandana APBD,” ujarnya.

Sigit sengaja menyisihkan sebagian gajinya selama setahun untuk membeli hadiah tersebut. Sigit yang juga dikenal sebagai sosok disiplin memang menyukai karyawan yang disiplin pula. Terutama pegawai yang selalu menunjukkan semangat kerja.

“Hadiah itu untuk memotivasi para pegawai. Ini memang tradisi saya sejak dulu,” ungkapnya.

Sigit ingin seluruh jajarannya selalu berupaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Layanan itu harus sepadan dengan berbagai fasilitas yang diberikan pemerintah. Seperti kenaikan gaji dan tunjangan. Termasuk gaji ke-13, serta ke-14 yang direncanakan cair awal bulan ini.

Sebagaimana kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, Sigit selalu melakukan inspeksi mendadak di lembaga pemerintah di hari pertama masuk kerja setelah Lebaran. Kali ini dia sengaja memilih PDAM, yang merupakan salah satu lembaga layanan langsung bagi masyarakat.

“PDAM juga bagian dari Pemkot Magelang. Para pegawai harus tepat waktu datang kantor. Tidak ada tambahan libur maupun cuti,” tegasnya.

Sigit juga telah menyiapkan sanksi bagi pegawai yang nantinya ketahuan bolos masuk kantor kemarin. Baginya, cuti Lebaran sudah sangat panjang, sehingga tak ada alasan untuk memperpanjang sendiri. Sanksi mengikuti ketentuan berlaku sesuai Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. “Pegawai sekarang sudah makin sejahtera, kinerjanya harus makin baik dong, jangan malah sebaliknya. Berikan pelayanan yang baik, agar masyarakat makin percaya kepada pemerintah,” tuturnya.(yog/ong)