RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Setelah tidak mendapat izin kepolisian untuk menggelar pertandingan di Blitar, operator Liga 2 PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), akhirnya mengambil alih laga tunda PSBI Blitar kontra Persebaya. Duel sesama tim Jawa Timur itu rencananya akan digelar di Lapangan AAU, 11 Juli mendatang.
Sebagai persiapan, PT LIB telah meminta Asprov PSSI DIJ untuk mempersiapkan pertandingan tersebut. Sekum Asprov PSSI DIJ Dwi Irianto mengatakan surat penunjukan Panpel dari operator liga sudah turun beberapa waktu lalu.

Selanjutnya izin pertandingan dan permintaan menggunakan lapangan sedang dalam proses. “Sudah koordinasi dengan pihak AAU, surat sudah kami kirim tinggal menunggu turunnya izin,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.
Partai PSBI versus Persebaya Surabaya seharusnya menjadi jatah kandang PSBI. Namun lantaran pihak PSBI tidak dapat izin dari Polres Blitar menggelar pertandingan di Stadion Gelora Panataran, Kabupaten Blitar, pada 6 Mei lalu, nasib duel ini pun sempat terkatung-katung. “Jadwal dan tempat pertandingan sudah diputuskan pihak operator. Karena diambil alih operator, panpel pertandingan nanti ditangani PT LIB,” kata Hardiman, selaku asisten manajer PSBI Blitar.

Penundaan dan perpindahan laga ini sebenarnya dirasakan merugikan kubu PSBI. Sebab pada 8 Juli, Laskar Singo Lodra- julukan PSBI harus lebih dulu menjamu PSIM Jogja di Blitar. “Meski kami rugi finansial dan teknis karena kami harus mengeluarkan biaya ekstra untuk transportasi dan akomodasi selama di Jogja, inikeputusan terbaik. Semangat kami ingin kompetisi berjalan sesuai rencana,” imbuhnya.

Menurut rencana, laga ini tanpa dihadiri penonton dari kedua tim. Kendati begitu, Hardiman menyebut anak asuh Ferry Taufik Budiman ini tetap mematok target mengamankan tiga poin untuk mendongkrak posisi PSBI yang masih berkutat di posisi juru kunci Grup 5. “Perjuangan bakal lebih berat karena kami main di tempat netral. Kami telah kehilangan finansial dan moral, tapi poin tak boleh lepas,” terangnya. (riz/din/ong)