RADARJOGJA.CO.ID – RUMAH yang terletak di Bulak-sumur Blok D7 Caturtunggal, Depok, Sleman, itu lumayan ramai sejak beberapa hari lalu. Beberapa orang terlihat berada di dalam rumah tersebut.

Rumah tersebut bukan rumah “biasa”. Rumah itu adalah rumah yang pernah ditinggali Barack Hussein Obama semaca kecil.

Momentum itu terjadi sekitar dekade 1970. Rumah tersebut di-tempati Prof dr Iman Sutiknjo, paman Obama. Prof Iman, yang merupakan pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM, adalah kakak dari Dr Soetoro.

Nah, Dr Soetoro merupakan ayah tiri dari Obama.Dr Soetoro menikahi Ann Dunham, ibu kandung Obama.

Rumah tersebut kini menjadi Museum UGM. Pengelola musem itu, Widodo, menerangkan Oba-ma saat kecil sering menginap di rumah tersebut. Biasanya, dia datang saat liburan sekolah.

Di dinding rumah tersebut terdapat tulisan tentang Obama. Tulisan yang dibingkai itu me-nyatakan bahwa saat kecil Oba-ma pernah menghabiskan wak-tu di rumah tersebut, Obama, yang ketika itu inggal dan ber-sekolah di Jakarta, datang ke Jogja bersama ibunya, Ann Dun-ham, dan ayah tirinya, Dr Soetoro. Mereka naik kereta api.

“Ketika kecil tahun 1967 sam-pai 1971, Obama sekolahnya di Menteng, Jakarta. Kalau pas libur panjang sekolah, liburan ke sini,” ucapWidodo.

Seiring kedatangan Obama ke Jogjakarta sejak dua hari lalu, rumah Blok D7 pun ramai di-kunjungi masyarakat. Di dalam rumah yang kini menjadi muse-um itu, terdapat berbagai benda yang terkait dengan Obama.

Ruangan yang dipakai Obama diberi nama Barry. Ini sesuai nama panggilan Obama yakni Barry.

Foto saat Barry masih kecil juga ada. Salah satunya adalah foto dengan pose Barry sedang tersenyum. Di foto tersebut ber-tulis “Ruang Barry”.

Salah seorang pengunjung, Ginanjar Sasmita, mengaku mengunjungi rumah ini sekadar memanfaatkan momentum atas kedatangan Obama. Apalagi, dia alumni UGM.

“Liburan kali ini saya kedatang-an tamu, saudara dari Jakarta. Pas momennya Obama datang. Saya ajak aja ke museum ini. Jadi tahu rumahnya, tempat tidurnya, kamar mandi, biografi Obama,” kata dia. (sky/amd/ga/ong)