JOGJA – Wakil Gubernur DIJ Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X berharap momentum Hari Raya Idul Fitri 1438 menjadi momentum yang tepat untuk instropeksi diri. Memperbaiki dari segala bentuk kesalahan dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Selain itu, Adipati Kadipaten Pakualaman ini juga mengajak masyarakat meningkatkan tali persaudaraan. Guna mengeliminasi segala wujud provokatif dalam dinamika masyarakat. Terlebih beberapa waktu belakang rentan terjadi konflik horizontal.

“Mengeliminasi yang namanya intoleransi, upaya radikalisme hingga beragam informasi hoax. Momentum yang baik saling instropeksi dan mawas diri semoga ke depan semakin baik,” ujarnya ditemui usai Salat Id di Alun-Alun Sewandanan Pakualaman, Minggu (25/6).

Pesan orang nomor dua di Jogjakarta ini cukup beralasan. Menurutnya, dengan pikiran yang jernih berimbas pada tindakan yang positif. Sehingga tidak mengedepankan otot untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.

Beredarnya informasi-informasi hoax harus disikapi secara bijak. Caranya dengan melakukan kroscek ke beberapa pihak. Sehingga tidak termakan informasi yang bertujuan memecah belah kerukunan di Jogjakarta.

“Saya percaya masyaarakat Jogjakarta itu bijak dan cerdas. Adanya informasi hingga aksi berujung negatif tidak menggoyahkan kerukunan di Jogjakarta,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini PA X mengikuti Salat Id bersama sanak keluarganya. Suasana kerukunan juga perlahan terjalin dalam internal Kadipaten Pakualaman. Mengingat beberapa waktu lalu sempat memanas dengan adanya dua kubu dalam internal Pakualaman.

Seusai salat, PA X langsung menghampiri pamannya Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Anglingkusumo dan mengajak bersalaman. Posisi salat keduanya juga berjejeran masih dalam satu saf.

Seusai bersalaman dengan sejumlah kerabat dan warga. PA X langsung menuju Masjid Agung Pakualaman. Di tempat ini berlangsung musyawarah takmir kawasan Kadipaten Pakualaman. Masing-masing takmir masjid menyampaikan perkembangan dan permasalahan di wilayah ibadah masing-masing. (dwi/ila/ong)