SLEMAN – Jenderal Soedirman Center (JSC) berduka. Itu menyusul meninggalnya Ketua Umum JSC Bugiakso pada Senin (26/6) dinihari sekitar pukul 01.15. “Kami sama sekali tidak menduga,” tutur Agus Subagyo, salah satu kolega almarhum kemarin (26/6).

Agus menceritakan, Sabtu malam (25/6), Bugiakso terlihat sehat. Sekitar pukul 20.00 masih berkumpul dengan keluarga. Empat jam kemudian mengeluh sakit dan oleh keluarga dibawa ke RS JIH Jalan Lingkar Utara, Condongcatur, Sleman.
“Satu jam kemudian meninggal. Prosesnya sangat cepat, kami seolah-olah tak percaya. Tapi kami ikhlas melepas Mas Bugi (sapaan Bugiakso),” katanya.

Sebelum memimpin JSC, Bugi, demikian sapaan akrabnya pernah berkarir sebagai anggota DPRD DIJ periode 1999-2004. Dia mewakili Partai Keadilan Persatuan (PKP). Di dewan, Bugi bergabung dengan Fraksi PKB.

Dua tahun duduk di parlemen, DPRD DIJ menggelar pemilihan wakil gubernur (pilwagub) DIJ Oktober 2001. Bugi bersama 53 anggota dewan lainnya menjadi bagian dari pelaku sejarah pilwagub tersebut. Saat itu ada dua calon, yakni KPH Anglingkusumo dan KPH Ambarkusumo (PA IX). Angling didukung Fraksi PKB, FPAN, FTNI Polri dan Fraksi Persatuan (gabungan PPP, PK, PBB dan IPKI). Adapun Ambar disokong FPDI Perjuangan dan Fraksi Partai Golkar.

Setelah tak lagi menjadi dewan, Bugi terpilih menjadi ketua umum Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) Pusat periode 2006-2010. Setahun sebelum melepas jabatan ketua umum KBPPP, Bugi mendeklarasikan diri sebagai Calon Presiden (Capres) Pemilu 2009. Saat itu dia memopulerkan prinsip perjuangan Pangsar Soedirman “Rakyat tidak boleh menderita”.

Saat pilkada Sleman 2010, Bugi maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Kabul Muji Basuki yang menjabat Kades Tridadi, Sleman. Duet BK, Bugi dan Kabul, ini maju lewat jalur independen. Itu kali pertama dalam sejarah Pilkada Sleman ada pasangan calon dari nonparpol. Setelah tak lagi aktif di politik, suami Nining Tejaningsih itu aktif dalam gerakan memperkuat pangan dan pertanian.

Cucu mantu Jenderal Soedirman ini menjadi pendiri sekaligus presiden Patriot Pangan. Bugi juga tercatat pernah menjadi pemimpin perusahaan Harian Yogya Post 1996-1999. Di luar itu, Bugi giat dalam berkesenian. Dia kerap menyanyikan beberapa lagu religi karyanya seperti lagu Kelayung Layung.
Saat Ramadan kemarin, Bugi setiap hari menghiasi TVRI Jogja. Dia tampil menyanyikan lagu ciptaannya menjelang buka puasa.

Jenazah pria kelahiran 11 Mei 1963 itu dimakamkan di Sasanalaya Tambakrejo, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Berangkat dari rumah duka di Donolayan, Donoharjo, Ngaglik, Sleman sekitar pukul 12.30. Ribuan pelayat ikut melepas kepergian ayah tiga anak ini.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun memberikan sambutan menjelang jenazah diberangkatkan ke peristirahatan terakhir. Selain koleganya sesama mantan anggota DPRD DIJ, juga terlihat di antara pelayat mantan Bupati Sleman Ibnu Subiyanto. Selamat jalan Pak Bugi. (kus/ila/ong)