RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Aksi bullying terhadap Fikral,32, pengemudi taksi online, di kawasan Bandara Adisutjipto, Minggu (18/6), menuai banyak kecaman. Bahkan, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ secara khusus menerjunkan tim untuk menginvestigasi kasus tersebut.

Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X turut menyesalkan sikap oknum bandara yang melucuti pakaian Fikral.
“Mosok kita masyarakat beradab sampai seperti itu. Ya tidak bener,” tuturnya di Kompleks Kepatihan kemarin (20/6).

HB X menilai ada unsur kekerasan yang dialami warga Wonosari, Gunungkidul, itu. Apalagi aksi tersebut terjadi di masa sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 26 Tahun 2017, yang mengatur tentang angkutan sewa khusus menjadi angkutan umum resmi.

Adapun, masa sosialisasi permenhub berlaku hingga Juli 2017. Sedangkan regulasi di daerah melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 32 tahun 2017 juga seutuhnya belum rampung. Adapun, masa sosialisasi permenhub tersebut berlaku hingga Juli 2017.

Karena itu, jika ulah oknum tersebut mengarah pada tindak kriminalitas, HB X meminta polisi segera memprosesnya secara hukum.

“Mohon polisi segera ambil tindakan, karena seperti itu tidak benar,” tegasnya.

Sementara Kepala ORI Perwakilan DIJ Budhi Masthuri mengatakan, investigasi yang dilakukan lembaganya guna memastikan ada tidaknya tindakan maladministrasi berupa pembiaran terkait perlakuan tidak patut oknum bandara kepada korban.

“Kami menggunakan kewenangan investigasi atas prakarsa sendiri,” ungkapnya.

ORI juga melayangkan surat permintaan klarifikasi kepada General Manager Angkasa Pura I. Surat dengan nomor 0061/KLA/0095/yg-06/VI/2017 itu telah dikirimkan kemarin siang. “Semoga surat itu mendapat respons dalam waktu yang tidak terlalu lama,” harapnya.(dya/kus/bhn/dwi/yog/ong)