RADARJOGJA.CO.ID – MAGELANG – Transaksi jual beli di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang, mengalami peningkatan. Mendekati Hari Raya Idul Fitri, jumlah pembeli pun terus berdatangan. Menyikapi hal ini, Pasar Rejowinangun yang sebelumnya buka sampai pukul 17.00, diperpanjang hingga malam.

Kebijakan untuk menambah jam operasional pasar ini diterapkan khusus menjelang Lebaran. Kalau biasanya pasar tutup sore hari sekitar pukul 17.00, mulai Minggu (18/6) lalu tutup sampai malam pukul 22.00.

“Dibukanya sampai malam ini dengan pertimbangan, para pekerja yang biasanya pulang sore hari bisa berbelanja kebutuhan Lebaran di malam hari,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Joko Budiyono kemarin (19/6).

Kebijakan ini juga sekaligus menyambut kedatangan para pemudik dari yang pulang ke kampung halaman di Kota Magelang. Penambangan jam operasional pasar sampai malam ini berlaku hingga H-1 Lebaran atau Sabtu (24/6).

“Barangkali ada pemudik yang baru sampai di kota sore hari, dan ingin melihat pasar bisa terpenuhi keinginannya,” jelas Joko.

Di pasar, sejak pagi hingga sore, di tiap lantai dan deretan kios ramai dikunjungi masyarakat yang hendak berbelanja aneka kebutuhan Lebaran. Utamanya yang paling ramai adalah kios kue, pakaian, sembako, daging, sepatu, dan sandal.”Dari pantauan setiap hari, kami melihat mulai ada peningkatan dari biasanya,” ujarnya.

Dia menuturkan sejak diresmikan 2014 lalu, Pasar Rejowinangun terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Termasuk makin melengkapi segala fasilitas yang ada di dalamnya. Mulai dari kios pakaian, sembako, aksesori, makanan, minuman, hingga area foodcourt berkelas.

Pasar induk di Kota Magelang ini pun semakin ramai dikunjungi masyarakat, terlebih di momen Lebaran ini.”Sekarang masyarakat tidak perlu lagi repot berbelanja kebutuhan Lebaran ke Jogja atau Semarang, karena cukup di Pasar Rejowinangun sudah bisa terpenuhi,” katanya.(ady/laz/ong)