RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUKMP) Bantul menggelar Pasar Rakyat di halaman kantor Kecamatan Jetis, kemarin (19/6). Menariknya, berbagai barang komoditas yang diobral murah DKUKMP dengan harga miring ini tidak hanya paket sembako. Lebih dari itu, juga berbagai komoditas lain kebutuhan hari raya Idul Fitri.

Kepala DKUKMP Bantul Sulistyanto menyebut setidaknya ada 250 paket sembako. Paket sembako berisi beras, minyak, teh, gula, dan kecap senilai Rp 50 ribu ini hanya dijual Rp 15 ribu.

“Ini hanya untuk kepala keluarga (KK) yang kurang mampu,” jelas Sulis, sapaannya di sela Pasar Rakyat kemarin.

Kendati begitu, DKUKMP juga menyediakan berbagai barang komoditas murah lain untuk masyarakat umum. Seperti pakaian dan kue kebutuhan lebaran. Sulis memastikan harga komoditas ini lebih murah dibanding di pasar maupun toko. Sebab, DKUKMP langsung bekerja sama dengan para pelaku UMKM.

“Harganya 75 persen. Kami sudah meminta mereka untuk tidak mengambil untung banyak,” ungkapnya.

Sulis mengakui program Pasar Rakyat efektif membantu masyarakat. Namun, titik-titik lokasi Pasar Rakyat kali ini masih terbatas. Karena itu, Sulis berharap jangkauan Pasar Rakyat tahun depan lebih luas. “Biar lebih merata,” harapnya.

Camat Jetis Endang Rachmawati menyebut ada 19.751 warga kurang mampu di wilayahnya. Tersebar di empat desa. Yakni, Sumberagung, Trimulyo, Patalan, dan Canden. Karena itu, bekas camat Bantul ini harus menyeleksi 250 penerima paket sembako murah dalam Pasar Rakyat ini. Agar program ini benar-benar tepat sasaran.

“Setiap desa kami ambil 50 KK. Kemudian sisanya kami ambilkan dari KK yang masuk program keluarga harapan,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bambang Guritno menyatakan, program ini bertujuan membantu KK kurang mampu. Agar mereka mampu mencukupi kebutuhan saat Idul Fitri. “Karena biasanya harga kebutuhan melonjak semua,” tambahnya. (zam/ila/ong)