RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Pemkab Sleman seakan kecolongan dengan adanya pemasangan iklan reklame di median jalan. Salah satunya di Jalan Affandi. Di sana terhitung lebih dari lima baliho besar terpasang dari utara hingga Pasar Demangan.

Melihat itu, Satpol PP Sleman mengambil langkah dengan melakukan pencopotan materi reklame iklan. Itu sesuai Peraturan Daerah 14 Tahun 2003 tentang Izin Reklame. Dikuatkan juga dengan Peraturan Bupati Nomor 53 Tahun 2015 bahwa pemasangan reklame di median jalan statusnya dilarang.

“Reklame-reklame ini tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sehingga kami turunkan materinya. Tujuannya merapikan perwajahan Sleman dari sampah visual,” ujar Kepala Satpol PP Hery Sutopo saat operasi penurunan reklame, Jumat malam (16/6).

Hery mengungkapkan, sebelum penurunan, pihaknya telah memanggil pengelola. Termasuk memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali.

Dia juga meminta pengelola mematuhi regulasi. Termasuk tidak memasang di median jalan. Selain mengganggu pemandangan, faktor keamanan juga menjadi pertimbangan utama.

“Memang ada yang nekat memasang tanpa izin. Ini juga kami bidik karena tanpa mengikuti prosedur yang berlaku,” katanya.

Salah satu baliho yang tidak berizin berada di Dusun Mrican. Baliho berukuran raksasa yang menampilkan produk perawatan dan kecantikan ini akhirnya diturunkan.

Kasi Pembinaan dan Pengawasan Satpol PP Sleman Sutriyanto mengaku ada dilema. Dia menjelaskan, Satpol PP bisa menurunkan jika memang tidak berizin. Sementara reklame berizin, pihak pengelola wajib menurunkan secara mandiri.

“Jadi mbalelo, lalu mendiamkan agar kami yang menyopot baliho ini. Karena wewenang kami mencopot baliho yang tidak berizin. Seperti yang di Mrican ini, satu baliho bisa ditumpuk sampai lima iklan. Bukti memang tidak ada niatan menurunkan materi iklannya,” jelasnya.

Mengenai pemasangan, dia belum bisa mengetahui. Bisa saja baliho terpasang sebelum peraturan disahkan. Sehingga pengelola tetap mempertahankan materi baliho yang ada. Hanya, masa pasang iklan tidak berhenti justru berlanjut.

Penindakan tegas diberikan kepada pengelola atau pemasang tiang pancang. Sementara pemasang materi iklan tidak dikenai sanksi maupun teguran. Hanya mendapatkan pemberitahuan jika materi iklan melanggar median jalan.

“Pastinya dilarang, kalaupun mau mengajukan izin tetap tidak boleh. Dari lima yang kami bidik, dua sudah diturunkan oleh pengelolanya. Ke depan, besar kemungkinan tiang-tiang pancang baliho ini akan dipotong dari median jalan,” tegasnya. (dwi/ila/ong)