RADARJOGJA.CO.ID – WONOSARI – Polisi pariwisata memiliki peran mengamankan, melayani dan menyamankan wisatawan. Namun di Gunungkidul, meski pariwisata berkembang pesat jumlah pertugas yang mengenakan seragam cokelat dengan les dan dasi merah itu minim.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan jumlah polisi pariwisata tidak seimbang dengan perkembangan dan pertumbuhan wisata di wilayahnya. Oleh sebab itu pihaknya meminta agar ada penambahan personel polisi pariwisata.

“Kunjungan wisata meningkat setiap tahun, namun pengamanan belum memadai. Delapan polisi pariwisata yang ada saat ini sangat kurang,” kata Immawan Wahyudi, kemarin (18/6).

Kata Immawan, jumlah personel polisi pariwisata secara keseluruhan di Gunungkidul lebih sedikit dibanding Kulonprogo. Padahal luas wilayah Bumi Handayani sepertiga wilayah Provinsi DIJ, sehingga penambahan jumlah personel polisi pariwisata mendesak dilakukan.
“Secara khusus pariwisata di DIJ ini paling semangat itu kan Gunungkidul, yang lain juga semangat. Tapi kami paling semangat. Oleh karena itu paling berkepentingan dengan adanya polisi pariwisata,” ujar Immawan.

Sementara itu, Kapolres Gunungkidul AKBP Muhammad Arif Sugiarto tidak menampik minimnya jumlah personel polisi pariwisata. Dengan jumlah objek wisata pantai sekitar 30 lokasi, idealnya ada tiga polisi pariwisata.

“Itu baru kebutuhan wisata pantai, belum termasuk objek wisata lain seperti gua. Jadi sulit kalau berbicara ideal,” ujar Arif Sugiarto.
Sekarang masih terkendala struktur organisasi di kepolisian. Sebelumnya setiap Polres memiliki polisi pariwisata, namun sekarang unitnya berada di bawah Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda DIJ. Kemudian turun ke Polres, polisi pariwista berada di bawah unit Shabara, sedangkan setiap unit jumlah personel dibatasi.

“Ini menjadi menjadikan salah satu kendala utama dalam penambahan personel polisi pariwisata,” ujar Arif Sugiarto. Dia akan memfungsikan anggota unit Shabara jika kondisi mendesak. (gun/iwa/ong)