RADARJOGJA – Pengamanan arus mudik lebaran tahun 2017 resmi mulai dilakukan oleh jajaran Polda DIJ. Kesiapan aparat kepolisian mengamankan para pemudik, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum ini ditandai dengan apel gelar pasukan Ramadniya Progo 2017 di halaman Mapolda DIJ, Senin (19/6).

Sejumlah instansi terkait pun turut hadir mengikuti apel seperti pejabat dari PT Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, TNI, PMI, Dinas Kesehatan, dan lain sebagainya. Dalam kesempatan itu, Gubernur DIJ Sultan Hamengkubuwono X menyematkan pita kepada petugas PT Jasa Raharja DIJ, Rizki Bayu.

Pita tersebut sebagai tanda bahwa PT Jasa Raharja merupakan salah satu instansi yang turut berpartisipasi dalam Operasi Ramadniya Progo 2017. Nantinya, perasi Ramadniya Progo 2017 akan berlangsung selama 16 hari, dimulai pada 19 Juni hingga 4 Juli mendatang.

“Kami imbau para pemudik berhati-hati selama dalam perjalanan menuju tempat tujuan,” kata Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri kepada wartawan usai apel gelar pasukan, kemarin.

Disisi lain, sebagai bentuk dukungan menyambut arus mudik lebaran 2017 PT Jasa Raharja telah membuka posko kesehatan gratis dan pos pelayanan. Posko kesehatan didirikan sebagai langkah antisipasi bila ada sopir atau crew bus yang mendadak sakit dan membutuhkan pertolongan. Posko juga dapat diakses oleh masyarakat umum.

“PT Jasa Raharja ikut siap siaga menyiapkan petugas. Jika nanti ada musibah kecelakaan, petugas PT Jasa Raharja akan langsung turun kelapangan untuk memberikan perlindungan asuransi. Sehingga, korban segera mendapatkan perawatan dan tidak lagi memikirkan biaya perawatan rumah sakit,” kata Kepala PT Jasa Raharja DIJ, RM Wahyu Widodo SH MH kepada Radar Jogja usai mengikuti apel.

Wahyu menginformasikan, per Juni 2017 besaran santunan korban kecelakaan angkutan umum dan lalu lintas naik 100 persen. Kenaikan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15/PMK.010/2017 dan PMK Nomor 16/PMK.010/2017 yang ditetapkan pada 13 Februari 2017.

Santunan korban meninggal dunia kecelakaan darat dan laut yang semula Rp 25 juta naik menjadi maksimal Rp 50 juta. Kenaikan juga terjadi untuk santunan korban cacat tetap. Santunan cacat tetap kini menjadi maksimal Rp 50 juta yang semula maksimal Rp 25 juta.

Kenaikan santunan juga berlaku untuk biaya perawatan dan pengobatan. Biaya perawatan dan pengobatan yang semula maksimal Rp 10 juta kini naik menjadi maksimal Rp 20 juta. “Pengganti biaya penguburan juga meningkat. Yang tadinya Rp 2 juta naik menjadi Rp 4 juta,” tambah Wahyu.

Selain itu, ada kebijakan baru yang sangat menggembirakan yaitu adanya pengganti biaya pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) maksimal Rp 1 juta dan pengganti biaya ambulan sebesar Rp 500 ribu.

“Pengganti P3K dan ambulan ini untuk mencegah fatalitas korban dan menyelamatkan nyawa korban yang kritis,” jelas Wahyu. (mar)