RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Beredarnya foto penganiayaan terhadap seorang siswi SMK Muhammadiyah Bambanglipuro mengundang keprihatinan sejumlah pihak. Di antaranya Bupati Bantul Suharsono. Orang nomor satu di Bumi Projo Tamansari ini kaget dengan tindakan tak terpuji yang kembali melibatkan kalangan siswa.

Oleh karena itu, Suharsono berencana segera berkomunikasi dengan pihak sekolah. Tujuannya menelusuri akar persoalannya.
“Secara psikologis saya prihatin. Walaupun SMA/SMK sekarang dipegang provinsi,” jelas Suharsono saat ditemui usai buka bersama di rumahnya Sabtu (17/6) lalu.

Kendati melibatkan siswa, Suharsono tak serta-merta menyalahkan pihak sekolah. Mengingat, tanggung jawab pengawasan terhadap siswa tidak hanya domain sekolah. Melainkan orang tua. Apalagi, beredar kabar peristiwa penganiayaan yang juga sempat terekam dalam video tersebut terjadi di luar sekolah.

Atas dasar itu, pensiunan perwira menengah Polri ini mengingatkan, orang tua tak memanjakan anaknya dengan menuruti berbagai permintaannya. Seperti membelikan sepeda motor maupun smartphone. Sebab, pola ini tidak mendorong anak tumbuh dewasa. Melainkan arogan.

“Contohnya anak sekolah yang bawa sepeda motor. Tahunya mereka hanya menggeber sepeda motornya. Tak punya unggah-ungguh,” kritiknya.
Keprihatian serupa juga disampaikan Ketua Komisi D DPRD DIJ Yose Rizal. Politikus Partai Gerindra ini berjanji bakal segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ. Itu untuk mengetahui sekaligus mengantisipasi tindakan tak terpuji yang melibatkan siswa.

“Ini sangat kami sayangkan,” sesalnya.

Agar kejadian serupa tak terulang, Yose juga mendesak aparat berwajib mengusutnya. Terpisah, Kapolsek Sanden AKP Rikwanto mengatakan, masih melakukan penyelidikan. Kendati begitu, Rikwanto mengaku hingga sekarang belum mendapatkan titik terang.

Sebagaimana diketahui, sejumlah wali murid SMK Muhammadiyah Bambanglipuro dikejutkan dengan beredarnya foto penganiayaan terhadap siswi SMK Muhammadiyah. Ada empat foto yang beredar melalui grup WhatsApp. Dalam salah satu foto tersebut tampak seorang siswi dikerumuni sejumlah anak perempuan lain.

Diduga seorang remaja putri yang merupakan siswi SMK Muhammadiyah Bambanglipuro itu yang menjadi korban penganiayaan. Ada empat foto yang beredar. Dalam salah satu foto terlihat remaja putri yang diduga siswi tersebut dikerubuti beberapa pemudi. Mereka seolah tampak ingin berkelahi. Dalam foto lain siswi tersebut ditelanjangi hingga bagian dadanya terbuka.

Dalam foto-foto ini baik korban maupun pelaku memang tidak mengenakan seragam maupun atribut sekolah. Foto-foto ini juga tersebar di kalangan siswa. Sekaligus video berdurasi sekitar 30 menit. Dari informasi yang dihimpun, korban berinisial M dan saat ini masih duduk di kelas X jurusan Teknik Sepeda Motor. (zam/ila/ong)