RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Kemacetan kerap terjadi di Jalan Senopati, Jogja. Terlebih dengan adanya jasa penukaran uang yang menjamur tiap menjelang Lebaran. Tak ayal, makin membuat kondisi jalan crowded. Melihat itu, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja melakukan penertiban pada calo penukaran uang di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIJ, Selasa (13/6).

Aktivitas para calo penukaran uang itu dinilai membuat kemacetan di Jalan Senopati, serta terkesan kumuh. Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undanganSatPol PP Kota JogjaCristinaSuhantinimengatakan, penertiban yang dilakukan karena melihat makin banyaknya calo jasa penukaran uang di Jalan Senopati.

Para calo penukaran uang tersebut membuka lapak dengan meja bahkan ada yang menggunakan mobil, di sisi selatan dan utara jalan.”Kami tertibkan, karena jadi terlihat kumuh dan menyebabkan kemacetan,” ujarnya kemarin (14/6).

Christina menambahkan, dalam operasi kemarin mengamankan tujuh meja dan papan yang digunakan para calo. Mereka, lanjut Christina, tidak dikenakan yustisi tapi hanya akan dilakukan pembinaan.

Satpol PP Kota Jogja sendiri hanya mengizinkan calo penukaran uang tersebut beroperasi di atas trotoar. “Hanya boleh di sisi utara jalan saja, sisi selatan harus bersih,” ujarnya.

Diakuinya, penertiban jasa penukaran uang yang marak tiap jelang Lebaran tersebut baru pertama kali dilakukan Satpol PP Kota Jogja. Hal itu dilakukan karena melihat kemacetan di Jalan Senopati yang diakibatkan transaksi penukaran uang di pinggir jalan tersebut.
Christina menjanjikan, juga akan memperluas penertiban hingga ke jalan sekitar, seperti di dekat Jembatan Sayidan, yang juga terdapat calo penukaran uang dengan mobil.

“Prinsipnya aktivitas jual beli di atas mobil yang berhenti di pinggir jalan seperti tahu bulat atau buah itu tidak boleh,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala KPBI DIJ Budi Hanoto mengakuhanya bisa mengimbau supaya masyarakat melakukanpenukaranuangsecara resmi, yaitu ke kantor bank atau mobil kas keliling.
KPBI DIJ tidak merekomendasikanpenukaranuangpinggir jalan tersebut, terlebih dengan adanya biaya tambahan.

“Uangsama harganya kok dipungut biaya, mereka itu juga perorangan yang bisa mengurangi kredibilitas perbankan. Warga bisa menukar di bank dan tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Mulai tahun ini, KPBI DIJ tidak melayanipenukaranuangdi loket kantor. Sebagai gantinya dialihkan pada semua kantor perbankan dan mobil kas keliling. Terdapat 59 kantor perbankan umum dan 37 BPR. Ditambah beberapa mobil kas keliling, yang tiap beroperasi membawauangRp 380 juta untuk melayanipenukaranuang. “Jangkauan perbankan juga lebih luas, sampai pelosok,” ujarnya.

Pada saat jelang Ramadan dan Lebaran ini, sesuai dengan proyeksi dari perbankan yang disampaikan, KPBI DIJ selama Mei dan Juni 2017 menyiapkan stokuanghingga Rp 7,9 triliun. Dibandingkan tahun lalu, menurut dia, terdapat peningkatan 13 persen. Budi menambahkan untukpenukaranke masyarakat, terutama untukuangpecahan kecil Rp 20 ribu ke bawah disiapkan mayoritas cetakanuangbaru tahun emisi 2016.
Sedang untuk keperluan perbankan, seperti penyediaan ATM, disiapkanuanglayak edar dalam kondisi yang masih bagus. “Kalau utnukpenukarandiprioritaskanuangbaru,” jelasnya. (pra/ila/ong)