RADARJOGJA.CO.ID – Bukan hanya peredaran makanan berbahaya yang gencar dirazia petugas. Kendaraan angkutan umum juga menjadi objek sasaran aparat. Langkah itu demi mengantisipasi adanya kendaraan tak laik jalan yang digunakan sebagai angkutan Lebaran.

Terbukti, hasil pantauan Dinas Perhubungan Sleman kemarin (14/6) mendapati sedikitnya 12 pelanggar kir kendaraan dan tujuh angkutan umum yang tak dilengkapi surat-surat administrasi.

Kepala Dishub Mardiyana mengungkapkan, pelanggaran kir paling mendominasi berupa izin trayek yang kedaluwarsa. “Kami sengaja menyasar kendaraan muatan berat. Seperti truk dan bus antar kota dalam provinsi maupun antarprovinsi,” ujarnya.

Mardiyana menegaskan, kendaraan tak laik jalan dilarang beroperasi. Apalagi untuk mengankut pemudik. Hal itu guna menjamin keamanan dan keselamatan penumpang. Sanksi tegas seusai Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan akan dikenakan bagi perusahaan otobus maupun truk yang melanggar. “Kendaraan angkutan Lebaran harus benar-benar fit dan dilengkapi sarana standar selama berkendara di jalan. Juga dilengkapi surat-surat,” tegas mantan Kabag Pemerintahan Desa, Setda Sleman, itu.

Sarana standar yang dimaksud adalah perlengkapan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang. Bus umum, misalnya. Harus tersedia kotak P3K, apar, dan palu pemecah kaca.

Supir juga harus berpengalaman dan memiliki surat izin mengemudi (SIM). “Jangan asal kejar setoran tapi mengesampingkan keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya,” ingatnya.
Supir juga harus kompeten dan memiliki SIM. Jangan asal kejar setoran tapi mengenyampingkan keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Sementara Kanit Laka Polres Sleman Iptu Eryda mengungkapkan, beberapa titik rawan kecelakaan patut menjadi perhatian pengguna jalan. Di antaranya, di sepanjang Jalan Solo, Jalan Magelang, dan Jalan Wates. Tak kalah penting yang juga harus jadi perhatian adalah kawasan rawan macet. Seperti Simpang Empat Tempel, kawasan Flyover Jombor, Pasar Gamping, Simpang Empat Kentungan, Simpang Tiga Maguwoharjo, dan Bandara Adisutjipto, serta perbatasan Prambanan. “Personel kami sebar untuk mengondisikan arus mudik,” ucapnya.

Sementara itu, di Kabupaten Magelang, aparat Satlantas menggiatkan Operasi Safety For Humanity di Pasar Salak Gremeng, Salam. Puluhan bus dihentikan untuk diperiksa kelaikan fisiknya. Di antaranya, rem, elektrikal, ban, dan sistem kemudi. Para supir tak luput jadi sasaran pemeriksaan. Mereka dites urine dan tekanan darah. “Upaya ini dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas selama Lebaran,” ujar Kapolres AKBP Hindarsono.(dwi/cr2/yog/ong)