RADARJOGJA.CO.ID-Paska dua pertandingan uji coba PPSM Sakti Magelang, pihak Panpel akhirnya mengeluarkan pernyataan. Dalam notice yang berlatar belakang hitam, Panpel menyampaikan salam hormat kepada seluruh keluarga besar PPSM Sakti fans, baik kelompok maupun independen, serta pada jajaran Manajerial PPSM Sakti Magelang. Notice tersebut dilatarbelakangi kekecewaan

Ketua Panpel PPSM Sakti Magelang Evin Kamil didampingi General Coordinator Adimas Timur menyatakan pihaknya tidak bertanggung jawab atas dua laga uji coba beberapa waktu yang lalu. Yakni saat Singo Tidar melawan Persik Kendal dan PSIM Jogja. Mereka mengaku kami hanya memiliki wewenang untuk menyelenggarakan pertandingan resmi Liga 2 Liga Indonesia Baru.

“Semoga ini menjadi jawaban atas semua tuduhan dan pembunuhan karakter disosial media selama ini. Klarifikasi ini bersifat netral tanpa menyuudutkan pihak manapun. Kami ingin semua pihak belajar dewasa dan menjadi pintar. Biasakan berfikir dan mencari tahu sebelum memberi posting maupun tagging negatif pada akun official. #EMOSIBOLEHBODOHJANGAN,” kata mereka.

Diingatkan, bahwa PPSM adalah playground bersama kita dan ada rule didalamnya. Sehingga ketika ada serangan tanpa arah bertubi-tubi yang bisa mencederai identitas bersama tersebut, maka menjadi percuma berbagai upaya yang selama ini sudah coba bangun bersama. Jeda pada Bulan Ramadan dimanfatkan untuk mengkaji beberapa pertandingan yang sudah berjalan.

“Biasakan berkomunikasi, karena disini tidak ada kami ataupun kalian tetapi ours (kita bersama), seperti yang menjadi visi musim ini. Kami sangat terbuka untuk semua arah komunikasi tentang PPSM Sakti,” tuturnya.

Keduanya memohon maaf atas segala kejadian beberapa waktu ini. Mereka juga menyatakan ikut berduka pula atas berpulangnya suporter saat pertandingan melawan PSIM .

“Mari sama-sama belajar seperti doa kita bersama agar musim ini lebih baik. Euphoria boleh, kita semua saudara tapi lakukan dengan cara yang lebih pintar. Karena lapangan hanya milik pemain,” pintanya.

Mereka meminta kepada pihak Manajemen PPSM Sakti untuk segera melakukan klarifikasi terbuka tentang adanya panpel lain dalam laga uji coba. Klarifikasi bersifat terbuka dan netral tanpa menyudutkan pihak manapun. Karena tidak ingin keadaan makin menjadi kusut dan apa yang telah dibangun bersama menjadi percuma.

“Pembunuhan karakter disini akan berujung pada cacatnya identitas kita. Klarifikasi bukan berbentuk pembelaan diri maupun provokasi. Ingat, ini bukan tentang mencari siapa yang benar dan salah, tapi kami hanya ingin kita sama-sama belajar menjadi lebih baik,” tandas mereka. (ady/dem)