RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Jeda kompetisi selama bulan puasa justru dimanfaatkan PSS Sleman untuk uji kekuatan. Setelah pekan lalu menjamu Madiun Putra, The Green Falcon, julukan PSS, kemabali akan unjuk kekuatan dengan menantang PSIS Semarang. Ujicoba di Maguwoharjo International Stadium (MIS) melawan penggawa Mahesa Jenar dijadwalkan besok (10/6). Kick off direncanakan pukul 20.30.

Meski bertajuk laga ujicoba, Direktur operasional PT PSS Rumadi menyebut tim lawan telah melakukan persiapan serius. Bahkan, tim tamu siap membawa dua kelompok pendukungnya, Panser Biru dan Snex.

“Kedua suporter PSIS akan dipisahkan di tribun barat dan timur. Panser Biru sekitar tiga ribu orang, sedangkan Snex infonya seribuan,” ungkap Rumadi di Kantor PSS kemarin (8/6).

Hari ini, pelatih dan pemain PSIS dijadwalkan hadir dan berlatih di Sleman. Tim tamu juga meminta uji lapangan sehari sebelum pertandingan. Pertandingan melawan PSIS sedikit berbeda dengan saat PSS melawan Madiun Putra yang dibagi dalam tiga babak. Bentrok dengan tim Mahesa Jenar akan berjalan normal 2 x 45 menit.

“Saat melawan Madiun Putra itu dibuat tiga babak atas permintaan Coach Sartono. Sementara kick off masih sama pukul 20.30,” paparnya.
Soal izin pertandingannya, menurut Rumadi, panitia pelaksana telah mengantonginya. Untuk penonton disiapkan 28.600 tiket. Sebanyak 600 lembar di antaranya dialokasikan bagi anak-anak. Sebagian hasil penjualan tiket akan digunakan untuk membantu korban kerusuhan suporter beberapa waktu lalu.

“Kemarin waktu lawan Madiun penonton kurang maksimal karena bersamaan dengan ujian sekolah. Pemasukan hanya sekitar Rp 200 juta karena banyak suporter kami dari unsur pelajar,” ungkap Rumadi.(riz/yog)

Manajer tim Arif Juli Wibowo mengatakan, kondisitim semuanya telah siap dimainkan. Tedi Berlian juga sudah latihan biasa. Namun belum bisa ikut latihan game. Dia masih perlu pemulihan fisik untuk mengembalikan kondisinya.

“Akhir bulan ini kontrol dulu kondisinya. Logika medis sebenarnya belum bisa latihan. Tapi fisiknya kuat dan perkembangannya kami nilai sangat cepat. Dari konsultasi dengan kami, dia masih merasakan kaku di lehernya karena tidak gerak selama 10 hari,” papar Arif yang juga dokter di RSUD Sleman.

Arif menyebut, sisa kejadian kemarin, Tedi masih merasakan pusing dan berkunang-kunang ketika aktivitas berat. “Masih harus kontrol hasilnya seperti apa, mungkin Minggu ini di Sardjito,” terangnya. (riz/ong)