RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Lagi-lagi Pemkot Jogja kecolongan. Saat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja berencana membuat area parkir khusus sepeda motor pengunjung Pasar Beringharjo, para juru parkir (jukir) liar lebih dulu beroperasi. Seperti tampak di Jalan Pabringan di selatan pasar.

Para jukir nekat menggunakan dua sisi bahu jalan. Akibatnya, arus lalu lintas kerap krodit lantaran ruas jalan menyempit. Apalagi, banyak pengendara yang akan menuju Jalan Margomulyo menerobos dan melawan arus lewat Jalan Pabringan.

Upaya Disperindag melarang parkir di wilayah itu dengan menempatkan penghalang besi pun tidak diacuhkan jukir. “Nanti ditertibkan. Dengan warga tidak bisa saklek, nanti malah ribut,” dalih Kepala Disperindag Maryustion Tonang kemarin (6/6).

Dikatakan, kantong parkir di Jalan Pabringan seharusnya resmi beroperasi per 10 Juni. Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung pasar tradisional terbesar di Jogjakarta itu, yang diperkirakan terjadi pada H-15 hingga H+5 Lebaran. Atau 10 Juni – 1 Juli.

Tion, sapaanya, mengakui, kapasitas parkir yang tersedia di Pasar Beringharjo saat ini tak lagi mencukupi. Terutama saat musim liburan. Itu yang mendasarinya untuk membuka lahan parkir khusus di Jalan Pabringan, namun di satu sisi (utara) saja. Dengan konsep itu, Tion optimistis, di ruas Jalan Pabringan masih ada akses sebagai ruang tunggu becak dan pejalan kaki.

Mengenai tarif parkir, lanjut Tion, disesuiakan dengan PerdaNomor 19 Tahun 2009 tentang Retribusi PelayananParkirdi Tepi Jalan Umum (TJU). “Jukir juga berkewajiban ikut mengatur lalu lintas supaya tidak macet,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Bidang Rekayasa Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Dinas Perhubungan Kota JogjaGolkariMade Yulianto meminta parkir khusus Jalan Pabringan didesain serius supaya tidak menambah kemacetan. “Kami sebenarnya sudah melakukan rekayasa lalu lintas di titik tersebut untuk mengurai kemacetan,” katanya.

Di Jalan Pabringan, kendaraan dari arah Jalan Margomulyo seharusnya bergerak ke timur dan berlaku satu arah hingga pintu masuk Taman Khusus Parkir Abu Bakar Ali 2. Kemudian, dari Taman Parkir ABA 2 ke timur diberlakukan dua arah. “Seharusnya tak boleh ada kendaraan melitnas di Jalan Pabringan menuju Jalan Margomulyo. Sudah ada papan larangannya,” ingat Golkari.(pra/yog/ong)