RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA– Maskot dan logo Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIV, Bantul diluncurkan di Gedung KONI DIJ kemarin (6/6). Peluncurannya dilakukan secara sederhana. Kuda lumping dinyatakan sebagai maskot Porda XIV. Sementara itu logo Porda XIV kali menhadirkan tiga elemen Jogjakarta, Tugu Jogja, Keraton Jogja dan simbol gunungan.

Ketiga elemen tersebut dipadukan sehingga menjadi susuatu yang bersinergi.”Dari logo itu kami menghadirkan tagline bersinergi mendulang prestasi,” jelas Kabag Promosi Marketing KONI DIJ Sasongko Iswandaru.

Dijelaskan ada tiga elemen yang dipadukan sehingga menjadi satu kesatuan. Tugu Jogja, merupakan sebuah ikon Jogjakarta yang melambangkan sebuah kekokohan. Harapannya, Porda DIJ dapat menghadirkan atlet-atlet yang kokoh dan tangguh. Simbol Keraton Jogja melambangkan mahkota kesultanan. “Keraton diartikan sebagai lambang sportifitas,” jelasnya.

Sedangkan gunungan, merupakan bagian dari pewayangan melambangkan hiburan bagi masyarkat yang mengandung berbagai makna filosofi kehidupan. Hal itu menjelaskan bahwa olahraga sebagai sarana hiburan masyarakat, harus memberikan dampak yang baik bagi masyarakat.”Sedangkan lima warna yang ada dalam logo, melambangkan jumlah peserta yang mengikuti Porda,” jelasnya.

Dijelaskan logo tersebut dibuat selama hampir dua minggu. Pembuatan logo dilakukan secara sayembara. Namun dalam proses pembuatan logo terjadi banyak perubahan karena berbagai masukan yang ada.”Logo ini dibuat secara gotong-royong dengan mempertimbangkan berbagai masukan,” jelasnya
Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga (Pora) Bantul Sapto Priyono mengatakan dipilihnya kuda lumping sebagai maskot Porda 2017 karena mewakili Kabupaten yang terkenal dengan sebutan Bumi Projotamansari itu.

Menurut dia, kuda lumping itu kesenian yang sudah familiar sejak zaman Perang Diponegoro. Bantul juga merupakan lokasi jalur yang dipilih Pangeran Diponegoro saat melawan Belanda. ” Kuda lumping awalnya merupakan bentuk latihan keprajuritan dan semangat para prajurit inilah yang kami harapkan dimiliki setiap atlet yang berlaga di Porda nanti,” tandas Sapto.

Ketua Umum KONI DIJ Hadiyanto Ismangoen menjelaskan, penentuan maskot dilakukan Pemkab Bantul. Adapun logo dibuat berdasarkan data-data yang sebelumnya disayembarakan. Dia berharap semangat yang terpancar dari maskot dan logo dapat mewarnai dan memompa motivasi para atlet yang akan bertanding nanti.”Kami ingin mencari atlet-atlet berprestasi yang dapat memperkuat DIJ. Khususnya PON di Papua 2020 mendatang,” tandasnya. (bhn/din/ong)