RADARJOGJA.CO.ID – GUNUNGKIDUL – Suasana RT 04/RW 01, Dusun Jeruk, Kepek, Wonosari, Gunungkidul mendadak mencekam kemarin (6/6) siang. Itu saat pasukan Densus 88 Mabes Polri menggerebek rumah Badiman, orang tua Rahmad Septiyanto, sosok yang disebut-sebut sebagai terduga teroris.

Rahmad sendiri ditangkap saat perjalanan pulang usai berbelanja kebutuhan rumah di Pasar Argosari.
Dari informasi yang dihimpun Radar Jogja, di rumah Badiman, polisi juga menjemput, Dewi, isteri Rahmad.

Eko Budiharyanto, kakak sulung Rahmad, mengatakan, adiknya tersebut belum lama pulang dari Tegal, Jawa Tengah bersama isteri dan tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Anak pertama berusia enam tahun, kedua 2 tahun, dan ketiga dua minggu.

Sebelum ditangkap, Rahmad berencana mampir ke rumah kakak perempuannya, Dwi Listiani, di Madusari, Wonosari. Namun, belum sampai masuk ke dalam rumah, petugas bersenjata lengkap menyergap Rahmad dan memasukkannya ke dalam mobil.
Tidak lama berselang,beberapa polwan dari Polres Gunungkidul mendatangi rumah orang tua Rahmad. Saat itu petugas juga melakukan penggeledahan.

“Kelihatannya tidak ada barang yang dibawa. Polwan hanya membawa istri Rahmad ke Polres Gunungkidul. Namun sore harinya dipulangkan ke Jeruk,” kata Eko.

Eko mengaku, penangkapan Rahmad membuat keluarganya syok. Bahkan ayah dan ibunya, Haryati, hanya bisa pasrah.
Dengan adanya kejadian ini, keluarga besar menjadi syok. Kedua orang tua saya, Haryati dan.

“Bapak dan ibu saya sudah tahu (penangkapan Rahmad Septiyanto),” ucapnya.

Ditanya lebih jauh mengenai sosok adiknya yang diringkus Densus 88, Eko menilai, tak ada yang aneh dari prilaku Rahmad. Dikatakan, Rahmad adalah lulusan SD 2 Wonosari, kemudian melanjutkan ke SMP 4 Wonosari, dan terakhir di Sekolah Musik di Bantul.
“Adik saya ini pendiam orangnya. Setelah sama-sama berumah tangga jarang berkomunikasi,” jelasnya.

Menurut Eko, setelah berumah tangga Rahmad bekerja sebagai penjual sembako. Kalau pun ketemu, tidak ada yang mencurigakan. Misalnya, pertemuan pada awal Ramadan lalu.

“Biasa saja tidak ada yang aneh. Bahkan, sehari sebelum ditangkap saya juga bertemu,” ucapnya.
Eko berharap kasus yang membelit anggota keluarganya bisa segera selesai. Jika adiknya tidak terbukti bersalah, Eko meminta polisi segera melepaskannya.

“Namun kalau ada indikasi keterlibatan sebagai teroris, tolong disampaikan secara terbuka biar kami jelas,” pintanya.
Salah seorang anggota Satuan Intelkam Polres Gunungkidul membenarkan adanya penggerebekan terhadap S, yang disebut-sebut sebagai terduga teroris. Namun, dia enggan berbicara lebih jauh.

“Iya (ada penggrebekan terduga teroris). Namun saya tidak ada akses untuk masuk dan cari tahu karena langsung oleh Densus 88,” ujar sumber yang menolak namanya dikorankan.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengaku belum mengetahui adanya penggrebekan tersebut. “Untuk saat ini belum bisa kami sampaikan, kami juga belum mengetahui. Besok siang kami berikan informasi lengkap,”kata Ngadini.

Sementara itu, penangkapan terduga teroris di Gunungkidul dibenarkan Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yulianto. Hingga tadi malam Rahmad ditahan di Markas Komando Brimob Polda DIJ di Baciro, Kota Jogja. Rencananya, pagi ini Rahmad diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut.

“Benar ada terduga teroris yang diamankan Densus 88 pagi tadi (kemarin),” kata Yulianto.
Dijelaskan, Polres Gunungkidul dan Polda DIJ memang dimintai bantuan oleh Densus 88 untuk mengambil tindakan kepolisian terhadap Rahmad.

“Sejauh ini penyidikan sepenuhnya dilakukan petugas Mabes Polri. Kami hanya membantu,” jelas mantan Kapolres Sleman itu.
Yulianto mengaku belum tahu pasti soal detail status dan keterlibatan Rahmad dalam aksi terorisme di Indonesia. “Saya belum dapat informasi lain,” lanjutnya.
Dari pantauan Radar Jogja, tiga unit kendaraan operasional Brimob masuk ke dalam markas sekitar pukul 20.15.
Keluar dari dalam mobil aparat berseragam Densus 88. Informasi yang beredar, satu dari tiga kendaraan tersebut mengangkut Rahmad Septiyanto.

Kasat Brimob Polda DIJ Kombes Pol Dadang Rahardja membenarkan adanya titipan tahanan Densus 88 di Mako Brimob dari Gunungkidul. “Ya benar ada terduga teroris laki-laki yang dititipkan. Ditangkap sekitar pukul 10.00,” jelasnya.

Soal jaringan teroris dimana Rahmad Terlibat, Dadang hanya menyebut bahwa pelaku diduga pernah terlibat aksi terorisme di Indonesia. (gun/bhn/ong)