RADARJOGJA.CO.ID – Bangunan modern yang dirancang para arsitek sekarang ini juga memperhitungkan faktor psikologi. Karena, dengan pertimbangan ini, kegunaan bangunan, selain memperhitungkan faktor estetika, juga memperhitungkan psikologi yang akan menempatinya.

“Banyak contoh yang sudah mulai memperhitungkan hal tersebut, seperti mal, rumah sakit, gedung perkantoran, dan lainnya,” kata Retno Hidayah PhD, Pakar Arsitektur dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), di Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Selasa (6/6). Retno hadir sebagai dosen tamu dalam seminar Psikologi Lingkungan.

Ditambahkan Retno, pola perubahan ini memang diawali dari barat. Tentu saja gelombang perubahan itu juga sampai ke Indonesia. ia mencontohkan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengeluarkan aturan agar rumah yang bertembok tinggi di Kota Bandung diubah menjadi tembok yang transparan.

“Artinya, ada maksud agar kota lebih ramah dan tidak terkesan individualistik. Keuntungan lain, secara psikologis, bisa mengurangi terjadinya kriminalitas, karena mudah diketahui orang. Individu yang lewat juga tidak merasa ada potensi ancaman atau gangguan,” tegas lulusan Doktor dari Kobe University tahun 2006 ini.

Ditegaskan warga Purwomartani ini, pola seperti itu, di mana pemerintah dan masyarakat menyadari keberadaan bangunan yang harus memperhatikan faktor psikologis masyarakat patut diapresiasi. Selanjutnya, kesadaran semacam itu perlu sebarkan ke masyarakat luas.

Tak lupa, Retno yang didampingi Dosen Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dr Nina Zualida Situmorang MSi memaparkan, bahwa ada tiga tradisi besar orientasi teori Psikologi dalam menjelaskan dan memprediksi perilaku manusia. Pertama, perilaku disebabkan faktor dari dalam (deterministik). Kedua, perilaku disebabkan faktor lingkungan atau proses belajar, dan ketiga perilaku disebabkan interaksi manusia-lingkungan.

Menurutnya, Psikologi Lingkungan merupakan ilmu perilaku yang berkaitan dengan lingkungan fisik. Teori Psikologi Lingkungan dipengaruhi, baik oleh tradisi teori besar yang berkembang dalam disiplin Psikologi maupun di luar Psikologi. (hes/mar)