RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Garansi keselamatan calon pemudik menjadi pertaruhan jika kondisi angkutan Lebaran 2017 masih banyak yang tak laik jalan. Seperti hasil uji petik di Terminal Giwangan, Kota Jogja kemarin (5/6).

Dari 25 bus yang diperiksa, sebagian di antaranya tidak memenuhi syarat untuk menempuh jarak jauh. Bahkan, ada yang tidak dilengkapi surat-surat jalan secara lengkap.
Parahnya, masih ada sopir tak sehat nekat beroperasi.

Beberapa bus tak laik jalan karena menggunakan ban vulkanisir. Bus tersebut akhirnya ditilang dan ditahan sementara oleh petugas. Hingga pemilik mengganti dengan ban sesuai standar. “Sebelum diganti tidak boleh jalan dulu,” tegas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Perhubungan DIJ Petrus Joko Rabono.

Bus tanpa surat uji kir juga ditindak. Paling banyak ditemui adalah bus jurusan Jogja-Semarang. Ada pula bus angkutan kota dalam provinsi jurusan Jogja – Bantul yang izin trayeknya sudah mati sejak 2015.
Joko mengatakan kelaikan bus yang diperiksa tidak hanya kelengkapan surat. Lebih dari itu adalah kondisi bus secara visual. “Fungsi rem, lampu, klakson dan lainnya juga harus berfungsi,” jelasnya.
Guna mengantisipasi pelanggaran angkutan mudik, Dishub menggelar razia selama empat hari. Mulai kemarin hingga Kamis (8/6).

Petugas menghentikan setiap bus yang keluar dari terminal. Pengemudi diminta menunjukkan surat-surat kendaraan. Seperti surat izin mengemudi (SIM), surat tanda nomor kendaraan (STNK), surat kir, kartu asuransi Jasa Raharja, dan kelengkapan kendaraan lainnya.
Uji petik melibatkan petugas dinas kesehatan, jasa marga, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ.

Ada pun beberapa sopir yang diperiksa kesehatannya ada yang diketahui mengalami tekanan darah tinggi. Petugas lantas menyarankannya untuk istirahat. “Ini demi keselamatan selama berkendara di jalan raya,” ujar Kepala Sub Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas Ditlantas Polda DIJ AKBP Aap S.Yasin.

Sementara dari hasil uji tes urine awak bus semuanya nihil. Aap menambahkan, uji petik kemarin merupakan langkah awal mempersiapkan pengemudi jelang arus mudik dan balik Lebaran 2017. “Kami ingin menciptakan keselamatan dalam berkendara selama arus mudik dan balik Lebaran ini,” ucapnya.

Aap menegaskan, jika ditemukan sopir berkondisi tidak sehat, apalagi mengonsumsi obat-obatan terlarang akan ditindak sesuai koridor hukum. “Termasuk jika ada sopir yang menderita peyakit kronis, kami akan keluarkan surat rekomendasi agar sopir tersebut tidak mengemudikan bus,” jelasnya.(pra/yog/ong)