RADARJOGJA.CO.ID – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan kepada rakyat Indonesia untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Peringatan ini disampaikan menyusul munculnya gerakan-gerakan terstruktur yang mengadu domba antar rakyat Indonesia dan antar umat agama di tanah air.

“Jangan sampai Indonesia seperti Suriah. Jangan sampai krisis yang terjadi di Suriah merembet ke Indonesia. Antar umat islam saling menyalahkan kemudian saling membunuh,” kata Gatot saat mengisi ceramah kebangsaan di masjid Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jalan Ringroad Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Minggu malam (4/6).

Tidak sekadar mengadu domba, negera asing yang terlibat dalam konflik nantinya ingin menguasai alam Indonesia. Sebab, kekayaan alam Indonesia sangat banyak sehingga memikat negara lain ingin menguasai nusantara. Hal ini muncul karena pertumbuhan manusia di dunia tidak sebanding dengan luas tanah. Apalagi, setiap tahun luas tanah terus menyusut seiring meningkatnya eksplotasi alam.

“Indonesia memiliki kekayaan yang melimpah sehingga memikat negara lain,” terang Gatot.

Karena itu, untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) TNI tak dapat bekerja sendiri. TNI membutuhkan peran serta elemen masyarakat untuk turut serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa seperti ormas Muhammadiyah. Menurutnya, peran Muhammadiyah sangat penting dan strategis untuk menjaga kerukunan dan persatuan di RI.

“Sebelum TNI ada dan sebelum Republik Indonesia berdiri, Muhammadiyah sudah lebih dulu berjuang melawan penjajah di nusantara ini,” tandas Gatot.

Rektor UAD Kasiyarno menyampaikan terima kasih kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang telah bersedia memberikan ceramah kebangsaan dihadapan civitas akademika UAD. Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah, UAD telah bekerjasama TNI dan Pindad. Tujuan kerjasama adalah untuk memperkuat keberadaan TNI.

“Semoga kerjasama antara UAD dengan TNI dapat ditingkatkan demi keutuhan NKRI,” kata Kasiyarno. (mar)