RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Beberapa masyarakat yang akan mengurus keperluan di Pemkot Jogja kemarin (2/6) kecele. Mereka yang datang setelah salat Jumat harus kecewa karena jam pelayanan di lingkungan Pemkot Jogja berakhir lebih cepat. Hal itu karena selama Ramadan, jam pelayanan di Pemkot Jogja berkurang, setiap Jumat hanya dilakukan hingga pukul 11.00.

“Tidak tahu kalau tutup lebih cepat, tidak ada pengumuman juga,” ujar Dyah. Warga Pugeran Mantrijeron itu berniat mengurus memecah pajak bumi dan bangunan (PBB), yang loket pelayanannya berada di pelayanan terpadu di komplek kantor Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP) Kota Jogja. Dyah yang mau masuk melalui pintu sebelah barat tidak menemui adanya papan maupun tulisan pengumuman jam layanan.

Meski merasa kecewa, Dyah mengatakan akan kembali datang pada saat jam kerja. Hanya dirinya meminta supaya sebelumnya dilakukan sosialisasi atau pemasangan pengumuman terkait jam pelayanan selama Ramadhan ini. “Ini (tutup layanan pukul 11.00) setiap hari atau hanya saat puasa saja,” ujarnya setengah bertanya.

Keluhan yang sama juga diungkapkan warga Muja-muju Umbulharjo Hendra. Ketika akan mengurus perizinan di lokasi yang sama, ternyata kantor sudah tutup. Sama dengan Dyah, dirinya menyayangkan tidak adanya pemberitahun sebelumnya. “Saya cek di website DPMP untuk jam pelayanan tidak ada perubahan,” ujarnya.

Menurut dia, sebenarnya tidak perlu ada pengurangan jam pelayanan ke masyarakat selama Ramadan ini. Hal itu karena menurut dia,toh saat bekerja juga banyak dikerjakan di dalam ruangan, tidak banyak aktifitas di luar ruangan. “Selain ASN juga banyak pekerja lain yang jam kerjanya sampai sore,” terangnya dengan nada yang meninggi.

Selama Ramadan ini di lingkungan Pemkot Jogja memang terjadi pengurangan jam kerja bagi ASN. Setiap senin hingga kamis jam pelayanan dilakukan mulai dari pukul 07.30 WIB hingga 14.45 WIB, sedangkan pda hari Jumat hanya dari pukul 07.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB saja. Hal itu diatur dalam

Surat Edaran Nomor 061/25/SE/2017 yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kota Jogja Titik Sulastri.

Sebelumnya Kepala Bagian Organisasi Pemkot Jogja Kris Sarjono Sutejo sudah meminta kepada setiap OPD untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait pengurangan jam kerja tersebut. Hal itu untuk menghindari masyarakat yang masih datang ketika jam pelayanan sudah usai.

Sementara itu Koordinator Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja Winarta sejak jauh hari juga sudah meminta supaya OPD, termasuk kelurahan dan kecamatan yang memberikan pelayanan ke masyarakat mensosialisasikan perubahan jam layanan tersebut. Meski rutin terjadi tiap tahun, Winarta menilai belum tentu masyarakat sudah tersosialisasi. Perubahan jam layanan ini memang selalu terjadi selama Ramadan. Tetapi tidak ada salahnya jika pemerintah menyosialisasikannya kembali,” katanya. (pra/ong)