Hasil Sempurna untuk Matematika dan IPA

SMPN 1 Wonosari patut berbangga. Salah seorang siswanya meraih nilai tertinggi se-DIJ dalam ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2017. Siswa cerdas itu adalah Elisabeth Maria Indah Feiranti.

GUNUNGKIDUL – Gunawan
SUASANA di SMP N 1 Wonosari cukup riuh kemarin (2/5). Ratusan siswa sekolah yang terletak di samping Kantor Arsip dan Perpusatakaan Daerah Gunungkidul itu berkumpul menanti hasil pengumuman ujian nasional (unas)

Puluhan anak terlihat bersenda gurau. Tak ada raut wajah murung. Yang terlihat hanya senyum bahagia. Kecemasan akan hasil unas yang diperoleh pun tidak tampak.

Sebagian siswa ditemani orang tua mereka, yang tanpa menunggu aba-aba bergegas masuk ke ruang kelas sesuai yang telah diatur pihak sekolah.

Satu di antara para orang tua siswa tampak seorang bapak berpostur tinggi tegap. Belakangan, bapak berambut klimis itu diketahui bernama Arif Imanudin. Dia adalah ayah Elisabeth Maria Feiranti, siswi peraih nilai unas terbaik se-DIJ.

Saat itu, Arif terlihat mondar-mandir sambil memegang gagang telepon. Dia sedang menghubungi seseorang. Beberapa kali Arif juga sibuk menekuri layar ponselnya. Sesaat kemudian, langkahnya terhenti. Saat itu pula senyum di bibirnya tersungging.

Tampaknya, Arif juga ngeh kalau ketika itu sedang ditunggu banyak orang. Radar Jogja, salah satunya.

Arif pun lantas memberi kode ajakan ke rumahnya di Jalan Mayang No.26, Gadungsari, Wonosari. Usai menyelesaikan keperluan sekolah, Arif bergegas kembali ke rumah.

“Anak saya tidak masuk sekolah, sekarang sudah ada di rumah,” katanya.

Begitu sampai depan rumah, Elisabeth sudah menunggunya. Raut wajahnya semakin semringah begitu tahu hasil unas yang diraihnya. Total nilainya 390 atau rata-rata 97,5. “Matematika dapat 100, Bahasa Indonesia 98, Bahasa Inggris 92, dan IPA 100,” ucap remaja 15 tahun itu.

Anak kedua pasangan Arif Imanudin dan Emi Susanti itu memang penggemar Matematika dan IPA. Dari hobi hitung-menghitung pula Elisabeth pernah meraih medali perunggu dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2016 di Palembang, Sumatera Selatan. “Harus rajin belajar dan bisa membagi waktu,” ucap Elsa, sapaan akrabnya, berbagi tips tentang kunci sukses meraih nilai bagus di sekolah.

Kecerdasan Elisabeth tak diragukan lagi. Pihak sekolah mengakuinya. Sebagaimana dikatakan Asih Suwardiningrum, wali kelas IX H. “IQ (intelligence quotient)-nya 138. Di atas rata-rata,” ungkap Asih.

Atas prestasinya pula, Elisabeth meraih banyak prestasi. Dia juga memperoleh beasiswa dari Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School.

Ternyata, Elisabeth memang langganan juara. Sejak SD, berlanjut di SMP. Di SMPN 1 Wonosari, dia masuk kelas khusus siswa dengan IQ di atas 120. “Elsa memang memiliki kemampuan lebih tentang pengetahuan dan bilangan. Perbendaharaan katanya luas dan cepat memahami pengertian abstrak,” katanya.

Secara umum, lanjut Asih, Elsa sama dengan siswa lain. Bedanya, gadis berambut sebahu itu lebih kritis dan solutif. “Meskipun saat di kelas lebih banyak diam, tapi dia sangat serius,” kenang Asih.(ong)