RADARJOGJA.CO.ID – GUNUNGKIDUL – Bupati Gunungkidul Badingah akan mengawal pengendalian harga dan stok kebutuhan sembako selama Ramadan dan menjelang lebaran. Hal itu untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi sekaligus harga dapat dikendalikan.

“Saya sudah kumpulkan para kepala OPD (organisasi perangkat derah) untuk memastikan bahwa pada saat puasa dan lebaran ketersediaan sembako bagi masyarakat aman. Selain itu, saya juga akan mengawal pengendalian harga,” kata Badingah kemarin (1/6).

Menurut Badingah, pengawalan itu dalam bentuk pengawasan harga dan antisipasi pendistribusian kebutuhan bahan pokok. Seperti daging sapi dan daging ayam agar tersalurkan sebagaimana mestinya.
“Meski saya menerima laporan bahwa sejumlah kebutuhan pokok dinyatakan aman, kami tetap harus waspada atas kasus penimbunan barang,” ujar Badingah.

Upaya langsung dari pengawalan itu, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan. Berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk dengan aparat kepolisian untuk pengamanan.
“Jika kenaikan harga penyebabnya karena penimbunan barang, kami akan sidak ke sejumlah lokasi yang terindikasi melakukan penimbunan barang,” ujar Badingah.

Kasi Metrologi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Supriyadi mengatakan belum ada kasus penimbunan barang.

“Kami sudah melakukan sidak ke sejumlah gudang. Jumlahnya ada puluhan tempat. Sejauh ini tidak ada indikasi penimbunan barang,” kata Supriyadi.
Namun, tetap ada kemungkinan pihak yang ingin mencari untung dengan melakukan penimbunan barang. Tugas pengawasan diperlebar, Kodim dan Polri juga memiliki kewenangan melakukan penindakan.

“Masyarakat kami minta berpartisipasi dalam memberikan laporan jika mengetahui penimbunan barang,” ujar Supriyadi.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan belum ada perkara penimbunan barang. Satuan Tugas Pangan Polres Gunungkidul mengungkap penyimpangan distribusi gula rafinasi. Petugas menggerebek dua toko kelontong di Wonosari dan menyita puluhan kilogram gula rafinasi bermasalah.

“Kami sedang mengawasi gudang untuk mewaspadai terjadinya kasus penimbunan barang,” ujar Ngadino. (gun/iwa/ong)