RADARJOGJA.CO.ID – Wakapolda DIJ Kombes Pol Teguh Sarwono MSi mengatakan, kenaikan besaran santunan ini merupakan bukti perhatian pemerintah kepada para korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum. Sebab, pertumbuhan kendaraan pribadi terus meningkat dan penumpang angkutan umum terus bertambah sehingga resiko terjadinya kecelakaan semakin tinggi.

“Kami minta semua steak holder ikut menyosialisasikan kenaikan besaran santunan ini kepada masyarakat. Sebab, kenaikan besaran santunan ini kebijakan baru sehingga belum banyak masyarakat mengetahui informasi ini,” kata Teguh.

Kepala PT Jasa Raharja DIJ RM Wahyu Widodo SH MH mengatakan, berasaran santunan bagi korban kecelakaan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15/PMK.010/2017 dan PMK Nomor 16/PMK.010/2017 yang ditetapkan pada 13 Februari 2017. Dalam peraturan tersebut menggantikan PMK Nomor 37/PMK.010/2008 dan PMK Nomor 36/PMK.010/2008.

Dalam peraturan itu dijelaskan bahwa besaran santunan korban kecelakaan darat dan laut naik 100 persen. Santunan korban meninggal dunia yang semula Rp 25 juta naik menjadi Rp 50 juta, santunan bagi korban cacat tetap menjadi maksimal Rp 50 juta yang semula maksimal Rp 25 juta.

Kenaikan santunan juga berlaku untuk biaya perawatan dan pengobatan. Biaya perawatan dan pengobatan yang semula maksimal Rp 10 juta kini naik menjadi maksimal Rp 20 juta. “Pengganti biaya penguburan juga meningkat. Yang tadinya Rp 2 juta naik menjadi Rp 4 juta,” kata Wahyu.

Selain itu, ada kebijakan baru yang sangat menggembirakan yaitu adanya pengganti biaya pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) maksimal Rp 1 juta dan pengganti biaya ambulan sebesar Rp 500 ribu.

“Pengganti P3K dan ambulan ini untuk mencegah fatalitas korban dan menyelamatkan nyawa korban yang kritis,” kata Wahyu. (mar)