RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama kemarin (2/5) berjalan lancar. Hanya, dari pengamatan kemarin sekolah harus benar-benar mempersiapkan diri. Termasuk untuk antisipasi padamnya listrik.

“Genset itu penting, terutama sebagai langkah preventif,” ujar Bupati Sleman Sri Purnomo saat melakukan pantauan di SMPN 4 Ngaglik.

Di tempat ini, SP, sapaannya, mempertanyakan belum tersedianya genset. Dia meminta sekolah-sekolah lainnya menyiagakan genset. Sebisa mungkin genset didatangkan sebelum ujian berlangsung.

“Saya ingatkan kepada sekolah jangan gambling, harusnya kemarin sore (Senin) sudah siap (genset). Semoga selama ujian tidak terjadi apa-apa,” tegasnya.

Tidak tersedianya genset, menurutnya, tindakan yang terlalu berani. Dia meminta ke depan tidak terulang lagi agar siswa dapat menjalani ujian dengan nyaman.

Kepala SMPN 4 Ngaglik Agustin Mardi Rahayu mengaku telah memesan genset. Hanya, pengiriman terlambat dan baru dikirim sore harinya. Sekolahnya sendiri menyelenggarakan UNBK menjadi tiga sesi untuk 127 siswa.

“Datangnya terlambat baru sore harinya, tapi tidak menggangu jalannya ujian. Tetap berlangsung normal tanpa kendala,” jelasnya.

Sementara itu, dalam kunjungan ke SMPN 2 Ngaglik SP menyempatkan diri menyapa siswa sebelum ujian. Dia berpesan agar siswa mengerjakan soal dengan cermat. Mengutamakan soal-soal yang mudah dikerjakan.

Saat memasuki ruang laboratorium dua, pandangan SP terfokus pada dua tiang bambu. Fungsi kedua tiang ini untuk menyangga kuda-kuda atap yang retak. Kepala SMPN 2 Ngaglik Woro Hartani memastikan ruang ujian tetap aman digunakan.

“Baru diketahui saat akan memasang jaringan untuk komputer UNBK. Sudah mengajukan perbaikan ke Dinas Pendidikan dan sudah ada rencana perbaikan. Tidak mengganggu, masih aman bagi siswa untuk ujian,” ujarnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana Hari memastikan UNBK SMP berjalan aman. Saat ini dia tengah menyiagakan lima proktor SMA dan SMK. Nantinya kelima proktor ini akan membantu proktor SMP dalam pelaksanaan UNBK.

Selain itu, Disdik Sleman juga membuka posko siaga. Fungsinya untuk memantau kelancaran UNBK SMP. Terutama bagi sekolah yang mengalami kendala server dan teknis. Tim ini siap meluncur apabila dibutuhkan untuk perbaikan. (dwi/ila/ong)