RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Di Kabupaten Bantul pelaksanaan UNBK diwarnai kurangnya perangkat komputer. Setidaknya 49 SMP numpang ke SMA/SMK terdekat.

Komisi D DPRD Bantul berjanji bakal mendorong bantuan pengadaan perangkat komputer untuk setiap SMP pada APBD 2018. Itu menyusul banyaknya sekolah yang kekurangan perangkat ini saat hari pertama UNBK kemarin (2/5).

“Hampir semua sekolah kekurangan,” tegas Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul Subkhan Nawawi usai meninjau pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Bantul kemarin.

Politikus PKB ini menyadari kekurangan perangkat komputer yang perlu segera ditambal tidak sedikit. Begitu pula dengan anggarannya. Sebab, idealnya setiap sekolah memiliki 60 hingga 70 unit perangkat komputer.

Sementara, setiap sekolah saat ini paling banyak hanya memiliki separo. Bahkan, sebagian ada yang memiliki beberapa unit saja. Karena itu, pengadaan perangkat komputer bakal dilakukan secara bertahap. “Selama ini sekolah hanya dapat dari APBN. APBD belum pernah,” ungkapnya.

Subkhan juga menyoroti problem lain dalam pelaksanaan UNBK. Di antaranya, keberadaan genset. Seperti halnya perangkat komputer, SMP yang memiliki genset juga bisa dihitung dengan jari. Padahal, peralatan ini penting bila terjadi pemadaman listrik mendadak.

Selain kekurangan perangkat, Subkhan juga mengeluhkan honor bagi panitia UNBK di internal sekolah. Dari penelusurannya, tidak ada panitia internal yang memperoleh honorarium dari sekolah. “Yang bertugas sebagai pengawas di luar saja ada anggarannya kok,” lanjutnya.

Terlepas dari problem di internal masing-masing sekolah, politikus asal Bangunharjo, Sewon ini juga menyesalkan kebijakan pemerintah menggelar pelaksanaan hari pertama UNBK kemarin. Alasannya, bebarengan dengan pengumuman hasil UNBK SMK/SMA. Khawatirnya, momen pengumuman ini mengganggu jalannya UNBK.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Totok Sudarto tak menampiknya. Bahkan, sekolah yang memiliki perangkat komputer terbanyak sekalipun harus membagi pelaksanaan UNBK dalam tiga sesi. Saking banyaknya yang kekurangan ini pula setidaknya 49 SMP numpang ke SMA/SMK terdekat.

“Yang mandiri ada 63 sekolah. Total siswa yang ikut UNBK 12.626 siswa,” sebutnya.

Terkait pengadaan komputer, Totok berjanji bakal segera mengajukan. Targetnya agar kekurangan perangkat komputer pada 2018 minim. (zam/ila/ong)