RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Selangkah lebih maju, panitia pelaksana (Panpel) pertandingan PSIM Jogja akan melakukan perubahan pada sistem tiketing. Jika sebelumnya panpel menggunakan tiket kertas sebagai tanda masuk penonton ke stadion, pada pertandingan kandang menjamu Persinga Ngawi, Kamis (4/5) besok, panpel akan menggunakan tiket gelang.

Setelah membeli tiket, penonton diminta mengenakan tiket tersebut di pergelangan tangannya. Selanjutnya sebelum memasuki stadion, satu per satu penonton akan diperiksa. Panpel berharap dengan penerapan tiket gelang tersebut bisa memudahkan petugasdalam mengidentifikasi suporter serta menekan angka kebocoran tiket.

Ketua Panpel PSIM Jogja Brustam Iswanto optimistis skema tiketing yang baru tersebut akan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Meskipun menurutnya, suporter perlu lebih bersabar sebab penerapan yang untuk pertama kalinya ini perlu sosialisasi. Ia juga berharap, penonton bisa lebih awal datang ke stadion agar tidak berdesak-desakan ketika masuk stadion ketika pertandingan mendekati dimulai.”Pertandingan melawan Persinga sudah menggunakan tiket model gelang. Hal ini diharapkan bisa memudahkan tugas portir dalam memeriksa para suporter yang masuk ke dalam stadion,” ujarnya kepada wartawan di Wisma PSIM kemarin ( 2/5).

Di sisi lain dia mengakui, model tiketing baru tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Salah satunya penggunakan tiket model gelang diketahui membuat biaya yang harus dikeluarkan oleh manajemen sedikit lebih besar. Sebab, material yang digunakan berbeda dengan tiket kertas biasa sebab bahannya tidak mudah putus.

Seperti biasanya, tiket akan dibagi dalam empat kategori. Sebagai pembeda, tiket di masing-masing tribun dibedakan melalui penggunaan warna.”Akan ada warna khusus untuk setiap tribun. Sedangkan harga tiket masih sama, tribun utara dan selatan tetap Rp 20 ribu, tribun timur Rp 25 ribu, VIP Rp 50 ribu, dan VVIP Rp 75 ribu,” paparnya.

Ditanyakan mengenai izin pertandingan kandang kedua mendatang, pihaknya menyebut telah mengantongi rekomendasi dari kepolisian Bantul. Selanjutnya pihaknya tinggal menunggu keluarnya izin dari Polda DIJ. “Kemungkinan izin dari Polda akan turun besok (hari ini, Red),” imbuhnya.

Pertandingan Mataram Knight-julukan PSIM Jogja melawan Persinga sebelumnya dijadwalkan Sabtu (6/5) di Stadion Sultan Agung Bantul. Namun karena berbarengan dengan Persiba Bantul yang akan menjamu Persis Solo, maka dimajukan dua hari. Hal tersebut membuat persiapan tim kurang dari sepekan. Sebab Sabtu (29/4) lalu Laskar Mataram- sebutan lain PSIM Jogja baru saja pulang melawan Persatu Tuban dan menyerah 0-1.

PSIM Jogja cukup mantap menyongsong laga ketiga kontra Persinga Ngawi dalam lanjutan Liga 2 Grup 5 Kamis (4/5) besok. Meski sudah terbiasa menggunakan Stadion Sultan Agung (SSA), skuad Mataram Knights masih tetap menjalani adaptasi.Adaptasi dilakukan terkait jadwal bermain PSIM pada siang hari. Sesuai jadwal, laga tersebut akan berlangsung pada pukul 14.00 WIB.

Pelatih pendamping PSIM Jogja Ananto Nurhani mengatakan, adaptasi tehadap cuaca sangat penting agar kondisi fisik pemain tidak terkuras selama laga. Dengan bermain siang, intensitas tenaga yang dikeluarkan memang lebih besar dibandingkan dengan bermain di waktu sore atau malam. Maka dari itu, dengan penyesuaian waktu tersebut, para pemain bisa mengatur ritme dalam bermain. “Tujuannya agar para pemain lebih memahami pergerakan agar tenaga mereka tidak terkuras,” jelas pria yang akrab disapa Antok kepadaRadar Jogja.

Selain adaptasi cuaca, skuad PSIM juga memantapkan pola permainan dan komposisi pemain. Pengorganiasian antar lini serta komunikasi, juga menjadi fokus pembenahan dari tim pelatih PSIM.

Saat disinggung soal pola permainan, mantan pelatih sepak bola Popwil DIJ ini menyebut tetap akan menggunakan skema yang sama seperti pada dua pertandingan sebelumnya, yakni 4-2-3-1. Namun untuk komposisi pemain yang akan diturunkan, pria kelahiran Lampung ini belum bisa menyebutkan secara pasti siapa yang akan menjadi starting line up saat menghadapi Persinga.

Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto menyebut secara mental skuadnya sudah siap untuk berlaga menghadapi Persinga Ngawi. Timnya, sebenarnya sedikit diuntungkan karena sebagian besar lawan yang dihadapi adalah klub-klub asal Jawa Timur. “Mereka pasti akan bermain fight dengan power. Kami sudah punya formula untuk meredam mereka,” jelasnya.(riz/bhn/din/ong)