RADARJOGJA.CO.ID – Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIJ memiliki data bahwa jumlah kendaraan yang tidak lolos uji emisi setiap tahun mencapai 20 persen. Kondisi tersebut diperparah populasi kendaraan yang terus bertambah. Jeleknya emisi gas buang kendaraan berpengaruh buruk terhadap kualitas udara.

“Emisi gas buang juga menyebabkan gas rumah kaca,” kata Kepala Sub Bidang Pengendalian Pencemaran Udara BLH DIJ Ninik Sri Handayani saat digelar Uji Petik Emisi Kendaraan di halaman UPTD Perbengkelan dan Konstruksi DPU PKP Kulonprogo beberapa waktu lalu.

Terdapat 500 kendaraan yang diuji petik. BLH DIJ mencatat, 20 persen kendaraan yang diuji masuk kategori tidak lulus uji emisi. “Artinya gas buangnya tidak memenuhi syarat. Menurunkan kualitas udara, menyebabkan penurunan kadar kesehatan masyarakat, kualitas hasil pertanian, hingga perubahan iklim,” kata Ninik.

BLH DIJ mendorong pemerintah kabupaten/kota bias menggelar uji emisi mandiri. Selama ini uji petik emisi baru dilakukan BLH Provinsi DIJ. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten/Kota bisa melakukan uji sendiri di wilayah masing-masing.

Kepala BLH DIJ Joko Wuryantoro mengatakan uji emisi kendaraan tidak hanya dilaksanakan di Kulonprogo. Juga digelar di wilayah lain DIJ. Tujuannya mengajak pengendara peduli kualitas udara. (tom/iwa/mar)