RADARJOGJA.CO.ID – Isu kekerasan yang terjadi dalam kegiatan diksar Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) membuat prihatin kalangan akademisi. Salah satunya yang menyatakan keprihatinan tersebut adalah Mapala UAD. Untuk menepis isu kekerasan pecinta alam, Mapala UAD menggelar bakti sosial berupa operasi katarak, Minggu (23/4).

Operasi katarak gratis yang digelar di RS Holistika Medika UAD tersebut melibatkan Yayasan Dharmais sebagai donator dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jogja sebagai pelakna. Yayasan Dharmais adalah sebuah organisasi sosial yang didirikan oleh mantan Presiden HM Soeharto.

“Kegiatan ini sebagai bukti bakti anak-anak Mapala kepada masyarakat sekaligus menepis citra garang di kalangan Mapala,” kata Ketua Dewan Pertimbangan Mapala UAD, Ainun Irvanto disela-sela acara operasi katarak di RS Holistika Medika UAD, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu (23/4).

Antusiasme masyarakat mengikuti operasi katarak gratis pun sangat tinggi. Terbukti, setidaknya ada 200an orang yang mendaftar. Namun, setelah melalui screening hanya 70an orang yang layak untuk dilakukan tindakan medis operasi. “Melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi, tidak menutupkemungkinan kami akan kembali menggelar acara yang sama di masa akan datang,” tambah Ainun.

Rektor UAD, Kasiyarno mengatakan, kegiatan operasi katarak yang diselenggarakan Mapala UAD bekerjasama dengan Yayasan Dharmais dan Perdami ini bukan sekadar aksi kegiatan sosial. Tapi, para mahasiswa Mapala juga ingin menunjukkan bahwa mereka peduli terhadap masyarakat. Kegiatan ini sekaligus untuk menepis isu yang berkembang terkait aksi kekerasan yang melibatkan Mapala.

“Mapala UAD selalu mengajarkan kebaikan dan menghindari adanya tindakan kekerasan,” terang Kasiyarno.

Ketua Yayasan Dharmais, Indra Kartasasmita mengatakan, Yayasan Dharmais sudah lama melakukan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan dan operasi kesehatan. Hingga saat ini, jumlah penderita katarak yang sudah mendapatkan layanan operasi katarak gratis dari Yayasan Dharmais sebanyak 150 ribu orang.

Kegiatan itu tersebar di berbagai wilayah di tanah air seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, dan Jogja. Selain operasi katarak, Yayasan Dharmais juga melakukan operasi bibir sumbing kepada 7.655 orang. “Kami ingin meneruskan amanat almarhum Bapak HM Soeharto,” terang Indra. (mar/dem)