Gemulai Peragakan Gerakan Mengatur Lalu Lintas

Mengenakan baju kebaya lengkap tak membuat para polisi wanita (polwan) di Kota Magelang merasa ribet. Buktinya, mereka tetap lincah mengatur lalu lintas meski kaki beralaskan selop.
ADIDAYA PERDANA, Magelang
SEORANG perempuan berkebaya dan sanggul di belakang kepala berdiri di tengah jalan sambil melambai-lam-baikan tangan kanan mengarahkan pengen-dara mobil menuju arah tertentu. Siang itu, pe-rempuan tersebut tak sendirian. Dia dibantu beberapa rekannya, yang juga mengenakan kebaya dengan hijab.

Meski tak berseragam polisi, tetap saja para pengendara mobil dan motor mengikuti arahan “Kartini” Magelang itu. Mereka memanglah polisi wanita (polwan) yang siang kemarin (21/4) ber tugas mengatur lalu lintas di seputaran Alun-Alun Kota Magelang.

Mereka sengaja me-ngenakan pakaian adat khas Jawa. Dalam rangka turut memeriahkan per-ingatan Hari Kartini. Begitu pula para polisi pria, yang mengenakan baju lurik dan blangkon.Sebelum turun ke la-pangan, mereka menjalani upa-cara peringatan Hari Kartini

Ditandai dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945, di-lanjutkan riwayat singkat RA Kartini.

Kanit Binmas Polsek Bandongan Iptu Fefy Yunitasari didaulat sebagai komandan upacara. “Bertepatan Hari Kartini, kasubag humas dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara tambah semangat,” puji Kasubag Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani.

RA Kartini memang merupa-kan tokoh perempuan sentral yang memiliki kemampuan dan kapasitas luar biasa besar. Pe-juang emansipasi wanita itu pula yang mendorong para polwan dalam membentuk ka-rakter. Guna membangun pon-dasi dan rasaya percaya diri yang tinggi.

“Semangat Kartini harus bisa menjadi teladan para generasi muda untuk terus berkegiatan yang positif bagi bangsa dan negara,” lanjut Esti.

Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo tak mau ke-tinggalan memberikan pujian. Perwira menengah Polri dengan dua melati di pundak itu me-ngacungkan dua jempol bagi anggotanya yang tetap men-junjung tinggi profesi dan men-jalankan tugas rutin di sela pe-ringatan Hari Kartini.

Sebagaimana para polwan, Hari menilai, saat ini muncul banyak perempuan hebat yang turut mewarnai kehidupan ber-negara dan berbangsa. Termasuk di institusi kepolisian. Karenanya, dia turut menggerakkan para polwan untuk menyambut Hari Kartini, sebagaimana kebiasaan masyarakat.

“Tantangan yang akan diha dapi kaum perempuan saat ini dalam beremansipasi. Yakni, harus menjalankan peran ganda tanpa harus meninggalkan kodratnya sebagai seorang perempuan,” jelas kapolres.

Menjadi seorang perempuan, lanjut Hari, dituntut selalu pro-duktif. Disisi lain, perempuan yang belum memiliki pasangan harus mengabdi pada orang tua. Sementara, mereka yang telah berkeluarga harus bisa menjadi panutan bagi anak-anaknya.

“Sebagai generasi penerus sudah sepantasnya perempuan masa kini memanfaatkan dan menghargai apa yang diper-juangkan Kartini,” tuturnya.

“Tanpa menghilangkan hakikat dan kodrat sebagai perempuan, sudah saatnya Kartini masa kini mencatatkan diri sebagai pe laku emansipasi yang mampu mengambil peran demi ter-ciptanya bangsa Indonesia yang lebih baik dan bermartabat,” lanjut kapolres. (yog/ong)