RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman akan merenovasi Pasar Induk Sleman. Khususnya pelebaran jalan untuk akses transportasi dan warga. Pertimbangannya adalah akses jalan saat ini sempit dan belum optimal.
Kepala Disperindag Sleman Tri Endah Yitnani mengatakan bakal ada relokasi sementara. Terutama bagi pedagang yang kiosnya terdampak pelebaran jalan. Karena letak kios lama akan dimundurkan.
“Lebar jalan nanti empat meter, sehingga kios harus mundur. Sementara pedagang akan dititipkan di Pasar Sleman Unit II,” kata Tri Endah kemarin.
Jumlah pedagang yang dititipkan sekitar ratusan orang. Mayoritas pedagang menempati kios. Pelebaran jalan ditargetkan rampung tahun ini.
Selain pelebaran jalan, Disperindag juga berencana merelokasi pedagang klitikan. Para pedagang ini berjualan di jalan luar Pasar Sleman Unit II. Penataan di belakang rumah dinas pejabat Pemkab Sleman.
“Kalau yang pedagang kios dititipkan ke unit II sekitar 186. Sedangkan pedagang klitikan, dari data ada sekitar 400 pedagang. Untuk klitikan dananya Rp 1,2 miliar dari APBD Sleman,” ujar Tri Endah.
Khusus pasar klitikan akan bekerjasama dengan Pemerintah Desa Triharjo. Nantinya pengelolaan langsung dipegang Pemdes Triharjo. Sementara dinasnya hanya memfasilitasi pembangunan pasar.
“Setelah jadi langsung dihibahkan dan yang mengelola Pemdes Triharjo. Target pembangunan tahun ini selesai,” kata Tri Endah.
Jumlah pasar tradisional di Sleman mencapai 41. Dari jumlah tersebut, delapan pasar dialihkan ke pemdes. Selain sepi pedagang, tanah yang digunakan juga tanah kas desa. Sementara untuk revitalitasi pasar sudah menyentuh sembilan pasar.
“Seperti Pasar Srowolan itu menggunakan tanah kas desa. Jadi dialih pengelolaan ke pemdes. Dari total 41, hanya 34 pasar yang berada di pengelolaan kami,” ujar Tri Endah. (dwi/iwa/ong)