RADARJOGJA.CO.ID – Jelang kompetisi Liga 2, penggila bola di tanah air memiliki segudang harapan terhadap klub kesayangan daerahnya. Ini juga berlaku bagi fans klub Persiba Bantul. Masyarakat Bantul, suporter dan tim manajemen ingin klub kebanggaanya bisa lolos pada kompetisi profesional kasta 2 yang diselenggarakan oleh PSSI.

Ambisi harus memenangi kompetisi tersebut muncul setelah empat tahun para klub di tanah tanah air dibungkam, dibatasi ruang geraknya karena tidak ada kompetisi profesional seperti beberapa tahun lalu.

Penyelenggaraan Liga 2 oleh PSSI yang sudah diakui FIFA ini, seolah menjadi jalan terang bagi klub yang ingin menunjukan prestasi. Termasuk kehebatan dalam pengelolaan klub di dunia sepak bola tanah air.

Selain itu, keinginan tim berjuluk The Reds untuk memenangi kompetisi ini tidak lepas dari sejarah. Bagaimanapun kesebelasan yang berhome base di Stadion Sultan Agung ini pernah menjadi pemuncak kompetisi dan masuk kasta di atasnya.

The Reds pernah Juara Liga Divisi Utama musim kompetisi 2010-2011, sebelum akhirnya turun kasta lagi pada kompetisi tahun 2014. Saat Persiba Bantul berhasil menjadi juara pada divisi utama liga yang masih bertajuk Liga Ti-Phone tersebut, dilatih seorang guru SMA berjuluk Mister Koprol.

Dibawah allenatore Sajuri Said, tim wong ndeso berhasil mengalahkan klub-klub hebat Persiraja Banda Aceh dan Mitra Kutai Kartanegara.

“Kami ingin musim kompetisi ini, Persiba Bantul bisa lolos kompetisi dan masuk ke kasta diatasnya. Seperti pada musim kompetisi 2010-2011 lalu,” kata Manajer Persiba Bantul, Endro Sulastomo kepada Radar Jogja Online, kemarin.

Dijelaskan pria yang pernah menjabat Kades Wirokerten, Banguntapan ini, pihak manajemen telah menyiapkan segala kebutuhan The Reds. Mulai dari pelatih yang mumpuni bernama Purwanto Suwondo, pemain dengan seleksi ketat, pendanaan, kostum hingga lokasi latihan representatif.

Kemudian masih ditambah kegiatan olah fisik yang bagus hingga support moral dari para suporter yang tinggal di Kabupaten Bantul dan daerah lain.

“Manajemen juga telah menyiapkan tenaga kesehatan dan ahli kebugaran agar stamina pemain tetap terjaga dan selalu fit ketika tidak bertanding maupun saat akan berlaga di lapangan hijau,” tuturnya.

Gebrakan ini tidak lepas dari keraguan salah satu pendukung setia The Reds, Paserbumi. Melihat persiapan tim yang minim dibandingkan tim lain di DIJ, mereka sempat mengeluarkan petisi yang berisi empat tuntutan pada Januari 2017 lalu. Salah satu poin tuntutan tersebut adalah meminta kepada manajemen untuk segera membentuk tim yang bakal turun di Liga 2.

“Kini kami sudah menjawab tuntutan tersebut. Dukungan masyarakat Bantul dan keluarga bagi tim sangat diperlukan. Ini semua agar Persiba bisa tampil maksimal di lapangan. Mari kita dukung penuh Persiba agar berhasil juarai kompetisi,” tandas Endro. (mar/dem)