RADARJOGJA.CO.ID – Kebijakan baru kembali digulirkan Pemkab Bantul. Guna mendorong peningkatan kinerja dan pelayanan masyarakat, pemkab membentuk laboratorium inovasi daerah (LID). Targetnya seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mampu menelurkan inovasi sesuai bidangnya masing-masing.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul Danu Suswaryanta menegaskan, inovasi penting. Tak terkecuali bagi OPD. Sebab, melalui program LID ini bakal muncul gagasan-gagasan baru dalam peningkatan kinerja dan pelayanan.

“Kalau tidak ada jurus dan solusi baru hasil pembangunan untuk menyejahterakan tidak akan signifikan,” tegas Danu di sela acara Drum Up dan Diagnose LID di gedung Parasamya, Senin (17/4).

Melalui program ini pula, bekas Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini berharap kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan prima serta kehadiran negara terjawab. Menurutnya, program kerja yang digulirkan pemkab tidak sekadar mengejar output. Lebih dari itu, juga harus mengejar tingkat kemanfaatan yang dirasakan masyarakat.

“Kalau mengejar output tidak akan tahu seberapa jauh nilai kemanfaatannya,” ucapnya.

Kabid Formasi Pengembangan dan Diklat BKPP Bantul Triyanto menargetkan seluruh OPD mampu memamerkan seluruh produk inovasinya tahun ini. Kendati begitu, BKPP tidak sekadar mematok target. BKPP juga memberikan serangkaian pelatihan dan pendampingan penyusunan inovasi.

Sebab, penyusunan inovasi hingga menjadi program bukan perkara gampang. Setidaknya melalui lima tahapan. Seperti drum up, diagnose, design, delivery, dan display. “Selama tiga hari ke depan fokus drum up dan diagnose. Dengan menghadirkan narasumber dari lembaga administrasi negara,” katanya.

Dikatakan, tuntutan menelurkan inovasi tidak hanya menyasar OPD yang bersinggungan langsung dengan pelayanan publik. OPD yang tak bersinggungan langsung seperti BKPP juga dituntut menjawab tantangan ini. “Inovasinya bisa melekat dengan program. Atau berupa program baru,” tambahnya. (zam/mar)