RADARJOGJA.CO.ID – Setelah melalui serangkaian seleksi, Prof Panut Mulyono akhirnya terpilih sebagai rektor UGM periode 207-2022. Dekan Fakultas Teknik ini memenangi pemilihan rektor UGM pada rapat pleno Majelis Wali Amanat UGM di Balai Senat UGM, Senin (17/4).

“Kita telah mengikuti proses dengan baik dan mengakhiri pleno siang ini dengan hasil akhir Prof. Panut Mulyono dengan 15 suara dan Prof. Ali Agus dengan 10 suara. Dengan ini yang ditetapkan oleh Majelis Wali Amanat sebagai Rektor UGM peroide 2017-2022 adalah Prof. Panut Mulyono,” kata Ketua MWA Prof Dr Pratikno selaku ketua sidang saat mengakhiri putaran terakhir pemilihan suara siang tersebut.

Rapat pleno diikuti sebanyak 18 dari 19 anggota MWA. Antara lain, Sri Sultan HB X, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti Prof Intan Ahmad, Rektor UGM Prof Dwikorita Karnawati, Prof Pratikno, Prof Ainun Na’im, Prof Hardyanto Soebono, Prof Indarto, dan Prof Zaenal Bachruddin.

Kemudian ada pula Subejo, Dr Arie Sujito, Paminto Adhi, Muhsin Al Anas, ProfTahir, Ir M. Basuki Hadimuljono, Ir Agus Priyatno, Ir Budi Karya Sumadi, Wisnuntoro, Dr.es.sc.tech., serta Ir. Ahmad Rifai.

Sebelum dilakukan pemungutan suara, MWA memberikan kesempatan kepada ketiga calon rektor untuk menyampaikan program kerja mereka masing-masing. Secara berurutan, ketiga calon rektor yaitu Prof Ali Agus, Dr Erwan Agus Purwanto, dan Prof Panut Mulyono untuk memaparkan program kerja dalam waktu 10 menit dilanjutkan dengan tanya jawab selama 30 menit.

Usai pemaparan program kerja, rapat pleno dilanjutkan pemungutan suara secara langsung, bebas, dan rahasia. Masing-masing anggota MWA kecuali rektor yang sedang menjabat memiliki hak untuk memilih satu dari tiga calon. Jumlah total suara yang diperebutkan dalam pemilihan ini adalah 25 suara dengan perincian masing-masing 1 suara bagi tujuh belas anggota MWA selain rektor dan Menristek Dikti, serta 9 suara bagi perwakilan dari Menrisek Dikti.

Hal ini sesuai dengan PP No. 67 tahun 2013 pasal 27 (8) tentang penetapan UGM sebagai Badan Hukum Milik Negara yang berbunyi bahwa Anggota Majelis Wali Amanat mempunyai hak suara yang sama kecuali dalam Pemilihan Rektor. Dalam pemilihan Rektor anggota dari unsur Menteri memiliki 35 persen hak suara dari semua hak suara.

Dari yang awalnya direncanakan untuk berlangsung dalam 2 putaran, pemungutan suara akhirnya harus diselenggarakan dalam 3 putaran karena adanya jumlah suara yang sama pada putaran pertama antara peringkat kedua dan ketiga. Dalam putaran pertama, Panut Mulyono mengungguli dua calon rektor lainnya dengan 11 suara, sementara Ali Agus dan Erwan Agus sama-sama memperoleh 7 suara. Karena itu, pleno memutuskan untuk mengadakan satu putaran tambahan untuk menentukan calon kedua yang akan maju ke pemilihan tahap terakhir bersama Panut Mulyono.

“Pemilihan terjadi 3 tahap karena pada tahap pertama urutan kedua dan ketiga jumlahnya sama, jadi diulang lagi khusus untuk menentukan ranking 2 dan 3 dulu baru kemudian lanjut ke tahap ketiga,” kata Sekretaris MWA Indarto.

Pada putaran tambahan ini, Erwan Agus memperoleh 12 suara, sementara Ali Agus memperoleh 13 suara untuk lolos ke putaran terakhir. Dalam pemilihan akhir yang menyisakan dua calon rektor, Panut Mulyono dan Ali Agus, perolehan suara terbanyak diraih oleh Panut Mulyono yang memperoleh 15 suara, mengungguli Ali Agus yang memperoleh 10 suara.

“Saya bersyukur semuanya telah berjalan dengan baik. Untuk itu mohon doa dari Bapak Ibu sekalian agar nantinya saya bisa menjalankan amanah yang sangat berat ini, untuk kemajuan UGM, bangsa, dan negara,” terang Panut usai penutupan Rapat Pleno MWA. (mar/ery)