RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Secara maraton mulai pagi hingga sore kemarin (10/4) menjadi hari yang sibuk bagi penyelenggara dan peserta Pilwali Kota Jogja 2017. Adu argumen antara saksi dari pemohon, termohon, dan pihak terkait didengarkan semua keterangannya oleh hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Agenda sidang perdana pemeriksaan perkara gugatan Pilwali Kota Jogja 2017 mendengar keterangan para saksi dari pemohon, termohon dan pihak terkait. Tiap pihak hanya diperkenankan oleh hakim MK mengajukan lima saksi.

“Lima saksi kami dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Wirobrajan, Kotagede, Ngampilan, Umbulharjo, dan Gondokusuman,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja Wawan Budianto ketika dihubungi tadi malam (10/4).

Wawan menjelaskan dalam sidang kemarin tiap saksi yang diajukan para pihak diperbolehkan saling bertanya. Hasil dari sidang itu belum diputuskan langsung oleh hakim MK. Tapi, tiap pihak diminta membuat kesimpulan secara tertulis dan diserahkan besok (12/4). Setelah penyampaian kesimpulan itu, Wawan mengaku belum mengetahui agenda sidang selanjutnya. “Rencana kami pulang dulu ke Jogja menunggu jadwal berikutnya,” ujar Wawan.

Ketika dikonfirmasi, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDIP Kota Jogja Antonius Fokki Ardiyanto menyatakan dari hasil sidang kemarin makin menguatkan keyakinannya atas gugatan yang diajukan. Fokki tegas menyebut tuntutan mereka adalah dilakukan pemilihan suara ulang. Kemarin sebagai saksi ahli, tim paslon Imam Priyono dan Achmad Fadli mengajukan mantan hakim MK, Harjono. “Kami yakin para hakim MK akan memutuskan secara objektif,” ungkapnya.

Sementara itu tim paslon Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi, Rifki Listianto juga menyatakan keyakinannya para hakim MK menolak gugatan yang diajukan pemohon. Menurutnya, hal itu berdasarkan kesaksian para saksi selama persidangan.
Rifki meyakini dalil yang diajukan pihak pemohon terbantahkan keterangan para saksi. “Hakim juga tidak meminta bukti tambahan, keterangan sudah dianggap cukup. Itu makin membuat kami yakin,” ujarnya. (pra/laz/ong)