RADARJOGJA.CO.ID –Tim Traffic Accident Analyst (TAA) Polda Jawa Tengah bekerja sama dengan Polda DIJ dan Polres Gunungkidul harus bekerja keras dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) laka maut di Pok Pucak, Sidorejo, Ponjong. Bahkan, olah TKP dilakukan dua kali demi menyelidiki kronologi laka yang mengakibatkan empat nyawa melayang dan 17 lainnya luka-luka.

“Olah TKP hari ini (kemarin) untuk mencari tahu titik tumbuk (kendaraan) hingga berhenti,” kata Kasubdit Bingakkum Polda DIJ AKBP Heru Setiawan.

Dengan teknologi TAA, lanjut Heru, posisi kendaraan sebelum dan sesudah mengalami kecelakaan bisa terlihat. Setiap detail olah TKP terekam dalam komputer. Hasilnya diperkirakan jadi besok. Adapun, olah TKP kemarin mendukung kegiatan serupa yang dilakukan secara manual seketika usai kejadian.

Kesimpulan awal penyidik seperti telah diperkirakan sebelumnya. Ada beberapa faktor penyebab tergulingnya Isuzu Elf “Wahyu Jaya Trans” bernomor polisi D 7124 AN itu. Di antaranya, sopir tak menguasai medan, mobil kelebihan penumpang, dan laju kendaraan terlalu kencang.

Heru memprediksi kecepatan mobil saat menurun di jalan dengan kemiringan 35 derajat itu sekitar 70-90 kilometer per jam.

“Tidak terlihat bekas pengereman. Yang ada bekas operan persneling. Hampir tumbukan, lalu (sopir) berusaha mengerem,” papar perwira menengah Polri dengan dua melati di pundak.

“Medan jalan memiliki kemiringan 35 derajat. Tidak terlihat bekas rem yang terlihat bekas operan presneling. Hampir tumbukan berusaha mengerem. Kecepatan mobil sekitar 70-90 KM perjam,” ungkapnya.

Mengenai dugaan yang mengarah pada kelalaian sopir, sejauh ini Heru belum bisa menyimpulkannya. “Masih kami dalami,” lanjut Heru.

Menurut dia, hasil analisis alat TAA-lah yang akan digunakan sebagai bukti di pengadilan.

Proses hukum yang melibatkan sopir Kiswoyo sendiri berlangsung lambat. Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Samiyono mengaku belum bisa memeriksa Kiswoyo secara mendalam karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis.

“Kami belum menetapkan tersangka dalam kasus ini,” ucapnya. Samiyono juga masih menunggu hasil analisis tim TAA untuk melanjutkan penyelidikan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kecelakaan tunggal ini menyebabkan empat orang meninggal dunia. Mereka adalah Muhammad Adhitya Vido,22; Chairul Amar, 29; Abdul Khafid, 22; dan Alika, balita 1 tahun. (gun/yog/mar)