RADARJOGJA.CO.ID – Hari pertama pelaksanaan UNBK SMK di tiga sekolah di Bantul, Senin (3/4) diwarnai dengan mati listrik. Akibatnya, waktu pelaksanaan UNBK di SMK Muhammadiyah Kretek, SMK Pariwisata Bambanglipuro, dan SMK Maarif Kretek sedikit mundur. Seluruh peserta UNBK juga panik.

Kepala Sekolah SMK Pariwisata Bambanglipuro Sukarno mengatakan, listrik padam di sekolahnya sekitar pukul 07.35. Saat seluruh siswa sudah menghadap komputer masing-masing dan bersiap login. “Sehingga waktu pengerjaan belum terhitung,” jelas Sukarno.

Selain menenangkan para siswa, sejumlah guru juga menempuh sejumlah cara. Seperti menghubungi PLN, serta meminjam genset warga. Menurut Sukarno, seluruh siswa mulai bisa menggarap soal mata pelajaran Bahasa Indonesia pukul 08.05. Atau terlambat 30 menit dari jadwal. “Semoga tiga hari ke depan tidak ada pemadaman lagi,” harapnya.

Kepala Balai Pendidikan Menengah Bantul Suhirman menyebut ada 49 SMK yang menggelar UNBK. Ironisnya, tidak ada satu pun yang menyediakan genset sebagai antisipasi jika ada pemadaman listrik. “Kalau memang ada pemadaman, ya, ujian susulan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bantul Suharsono berjanji bakal berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Tujuannya agar tidak ada kejadian serupa. (dwi/ita/zam/ila/mar)