RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Banyak wacana terkait rencana pelaksanaan Liga 2 yang berkembang di media. Mulai dari pembatasan usia, pembagian grup dan jadwal pertandingan. Mengenai hal tersebut, PSIM Jogja akan menyuarakan beberapa hal yang dinilai masih memberatkan tim-tim Liga 2 di manajer meeting di Makostrad Jakarta heri ini.

Perwakilan Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja yang berangkat adalah manajer PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru dan Sekum PSIM Jogja Jarot Sri Kastawa. “Kami melihat ada beberapa klausul regulasi yang menurut kami berat.

Kemungkinan hal itu juga dirasakan oleh tim-tim lain karena itu akan coba kami usulkan dicari jalan tengahnya,” ujar Agung saat ditemui usai PSIM beruji coba dengan tim sepak bola Popnas DIJ di Stadion Mandala Krida Kota Jogja kemarin (29/3).

Agung mengatakan, yang pertama adalah mengenai wacana pembagian grup. Dari 61 klub Liga 2 sempat muncul akan dibagi dalam 6 grup. Dengan tiap grup berisi 10-11 klub. Jika memang nantinya demikian, hal tersebut menurutnya masih dirasa memberatkan bagi klub dari sisi operasional tim. Karena tentu saja tim akan lebih banyak mengeluarkan biaya tandang.

Di samping itu juga membuat waktu kompetisi menjadi lebih lama. Karena dengan format home dan away maka untuk babak penyisihan setiap tim bermain 18 kali. Belum dihitung jika lolos hingga babak selanjutnya. “Padahal di Mei ada libur panjang karena puasa dan lebaran. Itu pasti sudah kepotong waktunya. Efeknya juga akan berdampak pada biaya pengeluaran kami membengkak,” ungkapnya.

Selain itu, pria yang juga anggota DPRD Kota Jogja tersebut menambahkan, wacana mengenai degradasi besar-besaran sebanyak lebih dari 30 klub juga menurutnya terlalu banyak. Ia mengaharapkan sebelum nantinya Liga 2 dibatasi menjadi 24 tim, degradasi bisa dilakukan bertahap dalam beberapa musim ke depan. “Hal itu dirasakan akan sangat berat. Pertandingan akan seperti hidup dan mati,” imbuhnya.

Terlebih lagi, jauh hari sudah ada wacana pembatasan usia pemain. Seperti pemain senior harus berusia maksimal 30 tahun yang itu juga memberatkan tim-tim peserta. Pemain senior juga hanya dibatasi maksimal lima pemain. Kondisi tersebut jelas sudah mempengaruhi pelatih dalam menyusun skuad. “Sebaiknya bertahap tidak langsung sekaligus,” imbuhnya. (riz/din/ong)