RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Potensi susu kambing peranakan etawa (PE) di Sleman cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Pangan, Perikanan, dan Peternakan (DP3) Sleman saat ini populasi ternak kambing PE mencapai 5.994 ekor. Dari jumlah tersebut setiap ekor kambing PE betina mampu menghasilkan 0,85 liter susu per harinya.

Angka pemenuhan kebutuhan susu kambing PE di Jogjakarta, 30 persen dihasilkan peternak lokal. Artinya, dengan jumlah saat ini tergolong ideal pemenuhan kebutuhan harian. Langkah selanjutnya adalah meningkatkan jumlah susu dengan teknologi pertanian.

“Angka pemenuhan 30 persen itu sudah sangat bagus. Jika ditopang dengan teknologi, pasti kuantitas susu kambing PE bisa meningkat,” ujarnya Bupati Sleman Sri Purnomo dalam acara peresmian rumah pakan Klaster Susu Kambing PE Kelompok Tani Ternak Mandiri di Nganggring, Girikerto Turi, kemarin (29/3).

Pesan yang disampaikan orang nomor satu di Sleman ini berdasarkan peningkatan kualitas pakan ternak. Dimana ada sinergitas antara petani salak yang juga menjadi peternak kambing PE. Berupa pemanfaatan daun salak sebagai bahan pakan alami.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Badan Penelitian, dan Pengembangan Pertanian (BPTP Balitbangtan) DIJ daun salak mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas susu kambing PE. Pengolahannya juga tergolong mudah dengan memanfaatkan kebun sekitarnya.

“Jadi sinergitas ini sangat produktif dan efisien sekali. Pakan tinggal memetik lalu diolah. Bahkan kotoran kambing juga bisa dimanfaatkan jadi pupuk tanaman salak,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini SP, sapaannya, mengapresiasi sistem produksi petani. Produk susu mampu diolah menjadi susu bubuk. Dari segi jual lebih memiliki nilai jual tinggi dan awet dibandingkan susu cair.

SP juga menyempatkan diri minum susu segar. Meski belum diolah, susu kambing PE tidaklah anyir. Bahkan SP turut serta mengajak Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIJ Budi Hanoto dan Kepala DP3 Sleman Widi Sutikno minum susu kambing PE.

“Selanjutnya perlu digiatkan kampanye minum susu kambing PE. Apalagi kualitas susu ini lebih bagus dari susu sapi,” ungkapnya.

Rumah pakan Klaster Susu Kambing PE Kelompok Tani Ternak Mandiri Nganggring Girikerto Turi merupakan program pendampingan Bank Indonesia. “Program ini guna memberdayakan masyarakat,” ujar Budi Hanoto.

Budi menuturkan, potensi pakan ternak di wilayah Girikerto tergolong tinggi. Terlebih kawasan tersebut menjadi salah satu sentra perkebunan salak di Sleman. Pemberdayaan dengan memanfaatkan potensi sekitarnya. Daripada daun dibuang lebih baik diolah menjadi pakan ternak.

“Di rumah ini telah tersedia mesin pengolahnya, para petani dan peternak juga kami dampingi agar pengolahan lebih optimal,” ujarnya. (dwi/ila/ong)