RADARJOGJA.CO.ID – PT Jasa Raharja terus melakukan kegiatan sosialisasi tentang tata cara pengurusan santunan kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum kepada masyarakat tak terkecuali kalangan pelajar dan mahasiswa. Salah satu sekolah yang disambangi dalam kegiatan road show go to school adalah SMAN 1 Piyungan Bantul, Rabu (29/3).

Kepada para siswa, Humas PT Jasa Raharja DIJ, Wahyu Agung menerangkan, setiap korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum berhak mendapatkan santunan kecelakaan dari PT Jasa Raharja kecuali kecelakaan tunggal.

Untuk korban kecelakaan darat dan laut yang mengalami luka-luka akan mendapatkan santunan biaya perawatan maksimal Rp 10 juga. Sedangkan korban kecelakaan moda angkutan udara besaran biaya perawatan maksimal Rp 25 juta.

“Untuk santunan korban meninggal kecelakaan darat dan laut Rp 25 juta dan angkutan udara Rp 50 juta. Namun, pada Juni nanti nilai santunan akan naik 100 persen, yang tadinya 10 juta naik menjadi Rp 20 juta, yang tadinya Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta,” terang Wahyu.

Namun demikian, untuk mendapatkan santunan tersebut ada persyaratan yang harus dipenuhi. Syarat utama adalah harus ada laporan polisi (LP), surat keterangan medis dari puskesmas/rumah sakit, dan lain sebagainya.

“Bila mengalami kecelakaan atau melihat kecelakaan mohon hubungi kantor polisi terdekat dan PT Jasa Raharja agar kami bisa segera menindaklanjuti,” pinta Wahyu.

Kepala SMAN 1 Piyungan Muhammad Fauzan mengapresiasi kegiatan road show PT Jasa Raharja bersama Direktorat Lalu Lintas Polda DIJ. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat. Sebab, banyak anak didiknya yang belum memiliki surat ijin mengemudi (SIM) tapi sudah mengemudikan sepeda motor ketika berangkat dan pulang sekolah.

“Mereka mengemudi sepeda motor juga karena terpaksa. Sebab, tidak ada angkutan umum,” kata Fauzan.

Dalam kesempatan itu, PT Jasa Raharja juga membagikan jas hujan kepada peserta yang beruntung. (mar/dem)