RADARJOGJA.CO.ID -SLEMAN – PSS Sleman kembali mengagendakan pertandingan ujicoba melawan tim Liga 1, Sabtu (1/4) akhir pekan ini. Lawan yang dihadapi kali ini adalah tim asal pulau garam, Madura United. Berbeda dengan biasanya, uji coba kali ini digelar malam hari dengan rencana kickoff pukul 18.30.

Direktur Operasional PT PSS Rumadi mengatakan, pihak kepolisian mengizinkan PSS menggelar pertandingan pada malam hari. Hal itu menurutnya menjadi kepercayaan pihak Polda kepada suporter PSS. “Karena sudah bisa dipercaya kami berani izin untuk menggelar malam hari. Kami harap pertandingan berjalan baik dan kepercayaan ini bisa kami buktikan bahwa suporter Sleman bisa jadi contoh,” ungkapnya.

Ketua Panpel PSS Ediyanto menambahkan, pihaknya sudah tiga kali meminta izin untuk menggelar pertandingan malam. Namun baru kali ini disetujui kepolisian.
Ia berharap dengan digelar malam hari penonton akan lebih banyak. Sebab jika dimainkan sore, jumlah penonton kurang maksimal. “Kemarin hanya 70 persen dari tiket yang dijual. Hanya sekitar 18 ribu penonton,” bebernya.

Untuk kali ini, panitia akan mencetak sebanyak 28 ribu lembar tiket. Dengan rincian Rp 25 ribu untuk tribun utara dan selatan. Lalu Rp 40 ribu untuk tribun timur dan Rp 60 ribu bagi penonton tribun barat. Selain itu juga untuk pertama kalinya PSS menerapkan tiket khusus anak. Harganya separuh dari tiket dewasa. Itu diberlakukan untuk anak usia 6-12 tahun.

Ediyanto mengatakan, beberapa waktu lalu sempat ada pertanyaan dari suporter mengenai harga tiket yang dinilai mahal untuk ukuran laga ujicoba.

Menurutnya hal itu karena untukmendatangkan tim Liga 1 perlu biaya yang tidak sedikit. Meliputi akomodasi, transportasi dan matchfee bagi tim tersebut. “Manajemen tentu harus menyesuaikan. Masih ada juga biaya lainnya seperti sewa stadion dan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, mulai diterapkan larangan menyalakan kembang api, bom asap dan suar atau flare. Hal itu karena dinilai akan menggangu jalannya pertandingan. Termasuk juga untuk mengedukasi suporter bahwa pada liga nanti akan ada denda untuk hal tersebut. Sebelumnya juga sudah mulai diterapkan dalam ISC lalu.

Sementara itu, perwakilan salah satu kelompok suporter PSS Slemania Sunyoto meminta kepada kepolisian agar menambah personelnya di sekitaran Jalan Godean dan Jalan Wates. Sebab menurutnya di titik tertentu tersebut sebelumnya beberapa kali terjadi sweping oleh kelompok suporter lain.”Kami juga akan menyosialisasikan kepada teman-teman agar tidak membawa senjata tajam, kembang api, knalpot blombongan dan hal yang dilarang,” katanya.

Mengenai hal itu, Rumadi menyebut pihak kepolisian tentu sudah memetakan dan mempelajari peta rawan dan jalur yang dilewati suporter.

Manajer PSS Arif Juli Wibowo mengatakan bahwa PSS kedatangan gelandang PSIS Andi Rahmat. Dalam uji coba tersebut pemain baru itu akan dilihat kemampuanya. “Kondisi tim lebih siap. Meskipun memang penyelesaian akhir kami harap lebih dipertajam. Ada efek positif dengan PSS melawan Madura United, yaitu kami berharap tim terbiasa dengan level permainan tim Liga 1,” tuturnya (riz/din/ong)