RADARJOGJA.CO.ID – PURWOREJO – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo belum memiliki data yang pasti mengenai objek-objek wisata yang ada. Kemunculan wahana atau objek wisata baru di luar destinasi yang dikelola pemkab atau pun desa wisata cukup banyak dan perlu diinventarisasi.

“Terus terang sampai sekarang kami belum melakukan pendataan tentang objek-objek wisata di Purworejo. Kami baru merencanakan melakukan pemetaan itu awal bulan April nanti,” kata Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo Lilos Anggorowati kemarin (29/3).

Dikatakan, pendataan perlu segera dilakukan mengingat begitu banyaknya potensi yang bisa digarap. Selama ini objek-objek wisata lebih banyak bergerak sendiri dengan pengelola swadaya dari masyarakat. Hal itu perlu direspons oleh pemkab yang akan ditindaklanjuti dengan beragam pelatihan di lapangan.

“Potensinya memang luar biasa dan belum terakomodasi semuanya. Adanya pendataan, mudah-mudahan langkah pengembangan wisata di Purworejo makin terarah dan semakin baik,” tambahnya.

Disinggung akan ada tidaknya penambahan objek wisata yang akan dikelola pemkab setelah pendataan, Lilos mengaku belum berpikir ke arah itu. Karena adanya perubahan pengelolaan dari pengelola mandiri masyarakat ke pemkab harus melalui prosedur.

“Kami masih fokus di Perda No 4 Tahun 2009 di mana hanya ada beberapa objek yang menjadi pengelolaan kita. Untuk menambah lagi, perlu dilakukan perubahan perda,” katanya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Purworejo Rohman mengatakan, langkah tersebut memang sudah selayaknya dilakukan pemkab. Sebelumnya wisata yang hanya menjadi bidang di Dinas Koperasi Perindustrian Perdangangan dan Pariwisata memang belum optimal, sekarang dengan menjadi organisasi perangkat daerah baru, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, harus bisa lebih optimal.

“Yang kami minta adalah inventarisasi atau pendataan potensi-potensi objek wisata itu harus dilakukan secara menyeluruh dan komplet, jangan setengah-setengah. Artinya harus sampai apa saja kebutuhan yang diperlukan di lapangan,” kata politisi Partai Golkar ini.

Selain itu, objek-objek wisata yang baru mengawali harus didukung sepenuhya, di mana mereka harus didampingi mendirikan adanya kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan berbagai pelatihan untuk pengelolaan objek wisata.
“Jika hal ini dilakukan secara maksimal, saya yakin pengembangan wisata di Purworejo akan berjalan dengan baik,” katanya. (udi/laz/ong)