RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Lima Aparatur Sipil Negara (ASN) tersingkir dalam proses seleksi awal Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama eselon II Pemkab Sleman. Kelimanya dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. Alhasil dari total pendaftar masih menyisakan 28 nama untuk tujuh JPT pratana lowong di Pemkab Sleman.

Dari keseluruhan data nama, ada satu yang berasal dari luar lingkungan Pemkab Sleman. Satu nama tersebut adalah Nursatwiko yang saat ini menjabat Kepala Bidang Ketahanan Seni Budaya Agama Ekonomi, Badan Kesbangpol Pemprov DIJ.

“Melihat dari daftar nama ini, minat ASN Pemkab Sleman sangat tinggi. Padahal seleksi ini terbuka untuk semua ASN di kawasan pemerintahan DIJ,” kata Ketua Panitia Seleksi (pansel) Sumadi, kemarin (29/3).

Berdasarkan data pansel, pendaftar terdiri dari beragam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sleman. Tujuh orang di antaranya adalah camat, sepuluh orang sekretaris OPD, enam orang kepala bidang OPD, tiga orang kepala bagian, dan satu orang penjabat kepala badan.

Calon JPT Pratama yang lolos akan mengikuti tes tahap selanjutnya. Dimulai kemarin (29/3) hingga 1 April, mereka diwajibkan mengikuti ujian assessment di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov DIJ.

“Seleksi assessment dilakukan selama empat hari dan berlangsung secara paralel sehingga seluruh peserta wajib untuk mengikuti dari hari pertama,” ujar pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sleman ini.

Meski sempat mundur, jumlah pendaftar lelang jabatan membeludak. Terbukti, seleksi mampu mengumpulkan 33 berkas lamaran. Mundurnya jadwal karena beberapa OPD belum memenuhi kriteria minimal empat pendaftar.

Pengecualian diberikan pada jabatan kepala dinas perhubungan karena kekurangan peserta. Sebab, setelah perpanjangan waktu, kuota pelamar tetap belum terpenuhi. Alhasil, Ketua Pansel Sumadi meminta izin ke Komisi ASN agar proses seleksi tetap lanjut.

“Dispensasi tetap melanjutkan proses karena jumlah berkas yang masuk sudah memenuhi kuota secara keseluruhan. Minimal ada 28 pelamar untuk keseluruhan JPR Pratama,” ujarnya. (dwi/ila/ong)