RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Dalam tradisi Tionghoa​ ada ritual khusus setiap memasuki tanggal 5 bulan keempat kalender China. Ritual ini disebut Qingming atau Cheng Beng yang merupakan kegiatan tahunan untuk bersembahyang dan ziarah kubur para leluhur atau keluarga sesuai ajaran Khong Hu Cu.

Hal tersebut juga dilakukan para finalis Koko dan Cici Jogja 2017 di Kompleks Pemakaman Tionghoa Gunung Sempu 2, Bantul, kemarin (29/3).

“Kami tidak hanya berziarah tapi juga membersihkan makam-makam yang tidak terawat atau yang tidak terurus lagi,” ujar ketua panitia kegiatan Federico Junior Herlianto.

Lahan yang dibersihkan oleh sekitar 11 Koko dan Cici tersebut merupakan kuburan-kuburan yang tidak ada batu nisannya​. Keadaannya sudah penuh dengan rumput dan tanaman ilalang. Hanya tertinggal batu tanda nama saja yang tahun wafatnya sekitar tahun 1930-an.

“Kami ingin peran Koko dan Cici Jogja tak hanya berhenti pada kegiatan yang bersifat entertainment saja. Tapi juga ingin melakukan kegiatan sosial. Seperti membersihkan makam dan mendoakan mereka,” ungkap salah satu Cici 2017 Valeria Fabelan.

Selain berdoa bersama untuk para arwah, mereka juga melakukan tabur bunga di atas lahan yang sudah dibersihkan. Melalui kegiatan tersebut mereka juga ikut melestarikan kebudayaan Tionghoa sekaligus menghargai dan menghormati arwah-arwah leluhur yang tidak punya keluarga lagi.

“Harapannya dari kegiatan ini kami juga mendapatkan​ nilai-nilai moral, budaya, dan sosial yang bermanfaat untuk hidup kami ke depannya,” imbuh salah satu Koko Febri Ardian. (ita/ila/ong)