RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menaruh perhatian terhadap sektor pariwisata. Tak terkecuali desa wisata (dewita). Sebab, mayoritas dewita di Bumi Projo Tamansari masih kalah saing dengan objek serupa di daerah lain.

“Akan kami evaluasi semuanya untuk mengetahui kekurangannya,” jelas Halim belum lama ini.
Politikus PKB ini mengakui sebagian masyarakat berlomba-lomba mendirikan dewita di wilayahnya masing-masing. Persoalannya, tidak sedikit di antara dewita ini malah menjual produk serupa.

Sejumlah dewita di Imogiri, misalnya, menjual ciri khas batik sebagai produk unggulannya. Inilah salah satu faktor kalah saingnya dewita. Sebab, dewita idealnya menjual produk berbeda.

“Yang namanya batik, ya, Giriloyo (Wukirsari, Imogiri),” kata Halim mencontohkan.

Dikatakan, dibutuhkan langkah strategis menyelesaikan double product antar dewita ini. Menurut Halim, pemkab bakal menggandeng konsultan khusus. Selain dewita, konsultan ini juga bakal mengevaluasi seluruh objek destinasi. Termasuk di antaranya pantai.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Jati Bayubroto menegaskan, dispar serius menata seluruh objek pariwisata. Saking seriusnya, dispar juga bakal bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengembangkan objek pariwisata. “Melalui corporate social responsibility (CSR). Nanti mereka akan membangun gazebo serta fasilitas lainnya,” tambahnya. (zam/ila/ong)