RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Pemkab Sleman terus berupaya menekan angka warga miskin di daerahnya. Berbagai program terus digenjot terutama pemberdayaan dan pendampingan skill. Targetnya dengan memberikan bekal kemampuan agar mampu meningkatkan kualitas ekonomi.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengungkapkan, Sleman telah memiliki tim penanggulangan kemiskinan daerah (TPKD). Upaya ini tidak hanya berada di level atas, peran tim juga menyentuh level padukuhan. Sehingga pendataan benar-benar valid dan tepat sasaran.

Dia menjelaskan, keterlibatan dukuh sangat penting karena yang memahami detail daerahnya. “Sebab, data yang terkumpul nantinya akan diverifikasi dari tingkat dusun hingga kabupaten sebelum diserahkan ke pemerintah pusat,” ujarnya belum lama ini.

Untuk menopang kinerja, TPKD juga menggelar pertemuan rutin. Fungsinya sebagai ruang diskusi atas permasalahan yang ada. Selanjutnya perwakilan setiap daerah juga menjabarkan program yang diterapkan.
Muslimatun mengakui untuk meningkatkan kesejahteraan warga tidaklah mudah. Berdasarkan data 2016, dari 17 Kecamatan baru delapan Kecamatan yang memiliki TPKD. Kinerja juga ditingkatkan dengan menggelar TPKD Award.

“Untuk memotivasi tim-tim dalam menanggulangi kemiskinan. Pemenang akan menjabarkan program dan pendekatan yang dilakukan kepada tim-tim lainnya,” jelasnya.

Kinerja ini menurutnya akan berjalan efektif jika semua elemen aktif. Artinya pemerintah sebagai pemegang kebijakan turun langsung. Warga juga harus aktif melaporkan data terbaru.

Muslimatun mengungkapkan, angka kemiskinan di Sleman mencapai 38.873 pada 2016. Jika dibandingkan data 2015 terjadi penurunan hingga 2160 kepala keluarga. Secara persentase tergolong kecil tapi mampu mendorong angka kesejahteraan.
“Data akan diperbaiki terus menerus dengan keterlibatan dukuh-dukuh. Nah, untuk bantuan ada tim verifikasi baik di tingkat dusun, desa kecamatan hingga kabupaten. Tentunya akan valid dan tepat sasaran untuk penyaluran bantuan,” ujarnya. (dwi/ila/ong)