RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Perubahan jadwal kickoff Liga 2 mempengaruhi rencana uji coba PSS Sleman. Terutama rencana uji coba PSS dengan PSIS Semarang pada 9 dan 15 April mendatang. Sebab jika dipastikan tanggal 18 betul-betul kickoff dilaksanakan, a tim perlu meliburkan uji coba sepekan sebelumnya sesuai keinginan pelatih.

“Kami segera melakukan rapat internal untuk mengambil langkah strategis menyikapi hal ini. Termasuk menjadwal ulang uji coba. Belum tahu juga jadi atau tidak karena harus diputuskan bersama,” ungkap Manajer PSS Sleman Arif Juli Wibowo kemarin (28/3).

Selain itu, pembahasan uji coba juga menunggu hasil manajer meeting peserta Liga 2 yang akan berlangsung Kamis (30/3). Dalam pertemuan itu menurut Arif, akan dibahas tentang regulasi liga dan pembagian grup. Informasi mengenai regulasi pemain sangat penting untuk menentukkan rekrutmen pemain. Sebab beberapa waktu lalu PSS memulangkan tiga pemain seleksi yaitu Syaiful Anwar, Istianto, dan Nur Illahi karena belum memuaskan pelatih. “Dari regulasi itu kami bisa mengetahui bagaimana langkah yang akan kami ambil untuk persiapan Liga. Target PSS lolos Liga 1 jadi harus siap segalanya,” ujarDirektur Operasional PT PSS, Rumadi.

Pelatih PSS Sleman Freddy Muli mengatakan, latihan timnya saat ini lebih pada menjaga kondisi pemain tetap dalam performa terbaik. Selain untuk persiapan melawan Madura United juga agar pemain selalu dalam kondisi peak performance jika nanti memulai liga. “Melawan Madura United menjadi uji coba kelima lawan tim Liga 1. Kami ingin para pemain bisa menjaga konsistensi,” terangnya.

Dari empat kali bertemu tim Liga 1 yaitu Persipura Jayapura, Mitra Kukar, Persegres Gresik, dan Bali United, PSS belum pernah terkalahkan. Bahkan lawan terakhir PSS meraih kemenangan 2-1. Namun memang semuanya bermain di kandang sendiri Maguwoharjo International Stadium (MIS). “Sejauh ini belum terkalahkan, tapi bukan itu intinya. Tapi bagaimana pemain bisa mengikuti instruksi pelatih dan bisa konsisten,” jelasnya. (riz/din/ong)